Repelita Jakarta - Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia soal pemulihan listrik di Aceh Tamiang berpotensi mencoreng reputasi Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto.
Direktur Political and Public Policy Studies Jerry Massie menilai klaim Bahlil bahwa jaringan listrik di wilayah tersebut hampir pulih sepenuhnya sama sekali tidak mencerminkan situasi sebenarnya yang dikeluhkan warga.
"Sangat miris terjadi di pemerintahan Prabowo, ada seorang menteri yang membohongi Presiden," ujar Jerry kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Rabu 10 Desember 2025.
Jerry menekankan bahwa setiap informasi dari menteri kepada publik harus sinkron dengan fakta lapangan untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
“Faktanya di lapangan, listrik padam selama 10 hari dan tak menyala sama sekali,” tegasnya.
Ia mengecam keras narasi prestasi Bahlil dalam mengelola bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang dinilai penuh dengan ketidakakuratan.
“Bahlil mengklaim listrik menyala di Aceh Tamiang. Mulut Bahlil isinya sampah dan kebohongan,” tambah Jerry.
Kritik ini sejalan dengan keluhan luas dari warga Aceh yang masih bergulat dengan kegelapan total meskipun klaim pemulihan mencapai 93 hingga 97 persen.
Situasi tersebut juga memicu desakan pemecatan Bahlil dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPR dari Gerindra yang menuding adanya laporan asal bapak senang.
Jerry memperingatkan bahwa kebohongan semacam ini bisa merusak fondasi kepercayaan publik terhadap kepemimpinan baru Prabowo yang baru berjalan beberapa bulan.
Ia mendesak evaluasi internal di Kementerian ESDM agar kejadian serupa tidak terulang dan fokus beralih ke penanganan bencana yang transparan dan efektif.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

