Repelita Jakarta - Gelombang penyampaian aspirasi dari kalangan intelektual muda kembali pecah di wilayah timur Indonesia demi menyuarakan berbagai desakan mendesak terkait kondisi daerah.
ADVERTISEMENT
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @waansyahda pada Rabu, 4 November 2026 yang mengabarkan adanya aksi massa berskala besar oleh kelompok mahasiswa.
Dalam pelaksanaan unjuk rasa tersebut, aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Persatuan Mahasiswa Sulawesi Utara menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Langkah turun ke jalan ini sengaja diambil oleh perwakilan pemuda sebagai medium penyampaian langsung tuntutan masyarakat kepada para wakil rakyat yang berada di tingkat wilayah.
Pihak pengunggah naskah digital itu memaparkan maksud kedatangan massa dengan menuliskan Mahasiswa turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan dan meminta perhatian DPRD terhadap berbagai persoalan yang secepatnya menjadi perhatian.
Kondisi di sekitar lokasi unjuk rasa sempat diwarnai pengawalan ketat demi memastikan proses penyampaian pendapat berjalan dengan tertib tanpa mengganggu ketenteraman.
Di samping itu, dinamika pergerakan ini memicu sorotan lain di jagat maya setelah salah satu warganet mengaku mendapatkan pesan peringatan dari pihak misterius.
Melalui kolom komentar, akun tersebut menuliskan Barusan saya dpt intimidasi dari org TDK dikenal yg menyuruh saya menghapus komen2 saya di Threads, pdhl komen tsb adalah hak saya bersuara sbg warga negara.
Desakan penghapusan opini pribadi di platform media sosial tersebut diduga kuat dilakukan oleh jaringan penyedia jasa opini bayaran guna meredam perbincangan.
Hingga saat ini, tuntutan resmi yang dibawa oleh para demonstran di gedung perwakilan rakyat daerah masih terus dikawal perkembangannya oleh publik.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads