Berita, Nasional

Kok Jadi Begini Negara Kita: SBY Desak Prabowo Pulihkan Politik Berkeadaban di Tengah Liarnya Rebutan Kekuasaan

Repelita.net

04 November 2026 13:38 WIB • 140 view

Kok Jadi Begini Negara Kita: SBY Desak Prabowo Pulihkan Politik Berkeadaban di Tengah Liarnya Rebutan Kekuasaan
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Kondisi perpolitikan dalam negeri yang kian dinamis pasca-terbongkarnya skandal peretasan dan intersepsi sistem komunikasi pejabat negara menuai perhatian dari berbagai tokoh nasional.

ADVERTISEMENT

Kekhawatiran mendalam atas situasi keamanan siber serta etika politik di tanah air tersebut turut disampaikan oleh sejumlah pihak yang mengamati pergerakan elit pemerintahan belakangan ini.

Tanggapan kritis mengenai situasi politik tersebut secara langsung disampaikan oleh Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono melalui ruang publik digital.

Mantan kepala negara tersebut membagikan pandangan serta keluh kesahnya mengenai moralitas perebutan kekuasaan yang dinilainya sudah melintasi batas kewajaran.

Pernyataan resmi terkait pandangan politik negara ini sebelumnya diunggah oleh akun @SBYudhoyono pada tanggal 4 November 2026 melalui halaman media sosial miliknya.

Dalam unggahan tertulis yang dibagikan pada pukul 10.00 WIB tersebut, tokoh nasional ini mengungkapkan rasa prihatinnya terhadap kegaduhan yang melanda pusat kekuasaan.

Ulasan paragraf pertama dari unggahan tersebut tertulis asli, "Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (political power) cara apapun dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral. Saya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri."

Selanjutnya, ia juga menyampaikan permohonan khusus yang ditujukan langsung kepada pemimpin pemerintahan saat ini untuk memulihkan stabilitas serta marwah kepemimpinan nasional.

Ulasan paragraf kedua dari pesan digital itu berbunyi persis, "Sebagai warga bangsa yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga negara Indonesia yang lain, saya bermohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik yang beradab. Ini panggilan sejarah. Ini amanah rakyat. Semoga Tuhan memberikan kekuatan dan tuntunan kepada Pak Prabowo untuk menjalankan misi mulia ini."

Sebagai penutup dari pesan terbuka yang disampaikan ke publik siber tersebut, sang mantan presiden menyematkan tanda khusus di bagian akhir tulisan.

Pemberian tanda pengenal personal pada bagian penutup tulisan itu diketik persis seperti berikut, "SBY".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Advertisement

Top Articles

Statistik Pengunjung