Repelita Teheran - Iran melancarkan gelombang serangan balasan besar-besaran terhadap Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah sebagai respons atas agresi yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
Serangan tersebut diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam dan media pemerintah Iran pada Minggu tanggal satu Maret dua ribu dua puluh enam.
Aksi balasan menggunakan rudal balistik serta drone tempur menargetkan puluhan instalasi militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk.
IRGC mengklaim sedikitnya dua puluh tujuh pangkalan militer Amerika Serikat menjadi sasaran utama dalam operasi tersebut.
Selain itu beberapa situs yang terkait dengan Israel juga dilaporkan menjadi target serangan rudal dan drone.
Ledakan keras terdengar hingga ke luar wilayah Iran termasuk di sekitar Dubai Uni Emirat Arab serta Doha Qatar.
Di Irak utara asap hitam membumbung di dekat Bandara Erbil yang merupakan basis pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.
Rincian kerusakan di Israel masih terus berkembang dengan laporan awal mencatat dampak signifikan di Tel Aviv.
Beberapa gedung pencakar langit di kawasan metropolitan Gush Dan termasuk wilayah Holon mengalami kerusakan parah bahkan satu gedung dilaporkan runtuh.
Bangunan di samping Rumah Sakit Soroka salah satu fasilitas kesehatan terbesar di Israel terkena hantaman langsung dan mengalami kerusakan serius.
Sebuah gedung berlantai sembilan di wilayah utara juga terdampak sehingga struktur bangunannya rusak berat.
Beberapa ruas jalan utama di Tel Aviv hancur dan terbakar akibat serangan rudal balistik.
Meskipun demikian kerusakan disebut minimal dan tidak mengganggu operasi militer utama Israel.
Sepanjang konflik berkelanjutan sejak tahun dua ribu dua puluh lima hingga awal dua ribu dua puluh enam Iran telah meluncurkan ratusan hingga ribuan proyektil ke wilayah Israel.
Dalam gelombang terbaru pada periode Februari-Maret dua ribu dua puluh enam sekitar seratus lima puluh rudal balistik serta puluhan drone dilepaskan sejak kemarin.
Secara total selama dua belas hari terakhir setidaknya lima ratus sembilan puluh satu rudal tercatat mengarah ke Israel.
Akibat serangan tersebut sekitar empat belas ribu bangunan di Israel dilaporkan rusak parah pada tahun dua ribu dua puluh lima lalu.
Di Tel Aviv saja lebih dari seratus rumah serta beberapa ruas jalan utama mengalami kerusakan akibat hantaman rudal.
Pangkalan udara di Negev seperti Pangkalan Udara Nevatim menjadi target utama dan mengalami kerusakan pada beberapa titik penting.
Kerugian material dari satu gelombang serangan besar diperkirakan mencapai lebih dari delapan ratus dua puluh tujuh miliar rupiah.
Iran secara terbuka menargetkan aset militer Amerika Serikat di Timur Tengah sebagai pembalasan atas tewasnya Ayatollah Ali Khamenei.
Setidaknya enam hingga empat belas pangkalan Amerika Serikat di kawasan Teluk menjadi sasaran serangan rudal dan drone.
Pangkalan Al-Udeid di Qatar mengalami kerusakan pada fasilitas klinik serta radar sistem FP-132 yang hancur total.
Pangkalan Ali al Salem di Kuwait juga terdampak signifikan pada landasan pacu akibat rudal balistik.
Markas Besar Armada ke-5 Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain dikonfirmasi menjadi sasaran serangan langsung.
Bandara Internasional Dubai serta Kuwait mengalami gangguan operasi penerbangan karena digunakan sebagai aset pendukung militer.
Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan sistem pertahanan berhasil mencegat ratusan ancaman sehingga tidak ada korban jiwa di pihak personel mereka hingga saat ini.
Situasi berkembang sangat cepat dan memicu kekhawatiran eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

