Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Iran Serang Hotel di Bahrain: 2 Tentara AS Terluka, Timur Tengah Tak Aman bagi Warga AS

 

Repelita Jakarta - Situasi keamanan di seluruh kawasan Timur Tengah menjadi sangat berbahaya bagi warga negara Amerika Serikat khususnya personel militer mereka yang berada di berbagai lokasi termasuk di dalam hotel.

Iran melakukan serangan rudal besar-besaran yang menyasar Israel serta fasilitas dan aset milik Amerika Serikat sehingga membuat wilayah tersebut tidak lagi aman bagi target-target AS.

Dua anggota Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengalami luka-luka akibat serangan balasan Iran yang menghantam sebuah hotel di Bahrain pada akhir pekan lalu menurut pernyataan seorang pejabat AS kepada CBS News.

Serangan tersebut tampaknya sengaja mengincar bangunan yang menampung warga Amerika yang sebelumnya dievakuasi sebagaimana diungkapkan oleh sumber di kawasan regional.

Di sisi lain Amerika Serikat melancarkan Operasi Epic Fury dengan menyerang lebih dari seribu dua ratus lima puluh target selama dua hari pertama kampanye militer tersebut berdasarkan lembar fakta yang dikeluarkan oleh Komando Pusat AS.

Komando Pusat AS CENTCOM menyatakan bahwa serangan difokuskan untuk mengungkap kekuatan keamanan rezim Iran dengan prioritas pada lokasi yang dianggap menimbulkan ancaman langsung terhadap kepentingan AS.

AS mengerahkan berbagai aset militer canggih dalam operasi tersebut termasuk pesawat pembom siluman B-2 jet tempur F-35 serta drone MQ-9 Reaper beserta dua puluh lima platform lainnya.

Serangan balasan Iran terhadap fasilitas AS memicu perdebatan sengit di Partai Republik sehingga anggota parlemen menggelar pemungutan suara terkait kewenangan perang di Kongres.

Keretakan internal di Partai Republik semakin terlihat jelas seiring dengan operasi militer skala besar yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu.

Para anggota Kongres dari Partai Republik berupaya membatasi wewenang Presiden Trump untuk melanjutkan aksi militer lebih lanjut terhadap Iran tanpa persetujuan resmi dari Kongres.

Anggota DPR dari Partai Republik Thomas Massie dari Kentucky memimpin inisiatif resolusi kewenangan perang di Dewan Perwakilan bersama anggota DPR dari Partai Demokrat Ro Khanna dari California.

Thomas Massie mengkritik keras pendekatan serangan tersebut karena dinilai tidak sesuai dengan prinsip America First dan menekankan perlunya pernyataan resmi dari parlemen.

Senator Partai Republik Rand Paul dari Kentucky sebagai salah satu sponsor resolusi serupa di Senat juga mengecam tindakan menyerang Iran tanpa otorisasi Kongres dengan mengingatkan hak eksklusif legislatif untuk menyatakan perang.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved