Repelita Jakarta - Pejabat pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump menyampaikan kepada Kongres bahwa tidak ditemukan indikasi Iran berencana menyerang wilayah atau pasukan Amerika Serikat sebelum serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam pengarahan tertutup kepada staf kongres para pejabat Pentagon menyatakan bahwa rudal balistik Iran serta kelompok proksinya memang menimbulkan ancaman langsung terhadap kepentingan Amerika Serikat.
Namun mereka menegaskan tidak ada data intelijen yang menunjukkan Teheran berniat melakukan serangan terlebih dahulu terhadap Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut memunculkan keraguan terhadap klaim sebelumnya dari pejabat pemerintahan Trump yang menyebut adanya rencana serangan preemptif dari Iran.
Yassamin Ansari anggota Kongres Amerika Serikat keturunan Iran dari Partai Demokrat yang mewakili distrik di Arizona menyatakan kekhawatiran mendalam atas rencana Presiden Trump terkait Teheran.
Melalui unggahan di platform X Ansari mengungkapkan ketidakpercayaannya bahwa Trump memiliki niat baik atau rencana yang matang untuk masa depan negara tersebut.
Keyakinan ini berakar pada fakta bahwa Donald Trump telah menunjukkan kurangnya niat baik atau rencana terkait masa depan Amerika Serikat saya sungguh berharap saya salah katanya.
Ia menekankan bahwa 90 juta warga Iran berhak mendapatkan masa depan yang lebih baik sementara nyawa warga Amerika Serikat juga dipertaruhkan dalam situasi ini.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

