Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

CIA Lacak Khamenei Berbulan-bulan Lalu Minta Israel Percepat Serangan

 Terungkap strategi rahasia AS dan Israel dalam membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: Inilah.com/AI)

Repelita Jakarta - Ledakan dahsyat mengguncang Teheran pada malam Sabtu 1 Maret 2026 ketika asap tebal mengepul dari kompleks kediaman resmi Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Beberapa jam setelah insiden tersebut spekulasi yang telah lama beredar akhirnya mendapat konfirmasi resmi bahwa Khamenei yang berusia 86 tahun tewas akibat serangan rudal dalam operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Serangan tersebut didahului oleh kerja intelijen panjang selama berbulan-bulan di mana Central Intelligence Agency secara intensif melacak pergerakan dan jadwal Khamenei.

Sumber yang mengetahui detail operasi menyatakan bahwa CIA berhasil mengumpulkan informasi akurat mengenai pertemuan pejabat senior Iran di sebuah kompleks di Teheran yang kemungkinan besar dihadiri oleh Khamenei.

Informasi intelijen tersebut kemudian dibagikan kepada mitra Israel sehingga mempercepat penjadwalan dan pelaksanaan serangan rudal yang akhirnya menewaskan target utama.

Wawasan yang disampaikan CIA kepada Israel disebut membuka peluang strategis sehingga waktu pelaksanaan operasi dimajukan secara signifikan menurut sumber yang dikutip CBS News pada Senin 2 Maret 2026.

Media pemerintah Iran secara resmi mengonfirmasi kematian Ayatollah Ali Khamenei pada pagi hari Minggu setelah kejadian tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump lebih dulu mengumumkan kematian Khamenei dalam operasi militer tersebut sebelum konfirmasi dari pihak Iran keluar.

Laporan mengenai peran aktif CIA dalam operasi ini juga dimuat oleh The New York Times yang semakin memperkuat dugaan adanya koordinasi intelijen mendalam antara Washington dan Tel Aviv.

Namun pernyataan dari Washington menunjukkan sikap berbeda di mana anggota DPR AS dari Partai Republik Mike Turner mengklaim telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Menurut Turner Rubio menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak secara spesifik menargetkan Khamenei maupun jajaran kepemimpinan tertinggi Iran dalam operasi tersebut.

Ketua Komite Intelijen Senat AS Tom Cotton menolak mengungkap detail operasi namun menekankan bahwa lokasi serta niat Pemimpin Tertinggi Iran selalu menjadi prioritas utama komunitas intelijen Amerika.

Tom Cotton menyatakan bahwa operasi ini didorong oleh kemampuan intelijen Israel dan Amerika Serikat yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Ayatollah Ali Khamenei telah memimpin Iran sejak tahun 1989 menggantikan Ruhollah Khomeini sebagai arsitek utama Revolusi Islam 1979 dan menjadi figur sentral dalam politik militer serta otoritas keagamaan negara itu selama hampir empat dekade.

Kini perhatian beralih ke proses suksesi di mana diplomat senior Iran menyatakan bahwa para ulama berwenang dapat memilih Pemimpin Tertinggi baru dalam waktu beberapa hari mendatang.

Presiden Donald Trump menyebut adanya beberapa kandidat yang potensial tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai siapa saja yang dimaksud.

Peristiwa ini menegaskan bahwa perang modern tidak lagi hanya bergantung pada kekuatan militer di medan pertempuran melainkan juga pada operasi intelijen rahasia yang bekerja dalam diam hingga akhirnya memicu perubahan sejarah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved