Repelita Jakarta - Di balik fasad megah gedung Pentagon suasana di kalangan pengambil keputusan tertinggi Amerika Serikat mulai dipenuhi kekhawatiran mendalam serta kepanikan yang semakin terasa akibat perkembangan perang melawan Iran yang jauh melampaui perkiraan awal elite Washington.
Pejabat senior di dalam lembaga pertahanan tersebut mengungkapkan kepada Washington Post bahwa kondisi internal Pentagon serta sebagian anggota pemerintahan Trump berada pada titik kekhawatiran yang semakin parah pada hari Minggu.
Laporan Washington Post yang dikutip pada Senin 2 Maret 2026 menyatakan bahwa di dalam Pentagon dan lingkaran pemerintahan muncul ketakutan mendalam bahwa konflik dengan Iran berpotensi benar-benar lepas kendali.
Seorang pejabat yang berada di lokasi menggambarkan atmosfer kerja saat ini sangat tegang disertai rasa paranoia yang meluas di antara para pejabat tinggi.
Eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat telah mencapai level paling kritis dalam beberapa dekade terakhir sehingga menimbulkan realitas pahit bagi Washington.
Serangan Iran yang meluas ke berbagai negara serta target strategis menunjukkan bahwa perang ini tidak akan berakhir dalam waktu singkat seperti yang semula diantisipasi.
Para pemimpin Pentagon paling khawatir bukan hanya soal peningkatan intensitas melainkan juga durasi konflik yang diprediksi berlangsung selama berminggu-minggu bukan sekadar beberapa hari.
Ada kekhawatiran kuat bahwa pertempuran akan berlarut lebih lama dari perkiraan awal sehingga membebani sumber daya secara berkepanjangan.
Iran telah memperlihatkan kemampuan melancarkan serangan serentak di berbagai front dengan dukungan poros perlawanan dari Yaman Lebanon Irak hingga Suriah yang bergerak secara terkoordinasi.
Perang semacam ini lebih menyerupai perang gesekan di mana ketahanan menjadi faktor penentu utama bukan hanya kekuatan serangan awal.
Persediaan sistem pertahanan udara kini menjadi perhatian krusial karena setiap serangan rudal memerlukan respons cepat yang menghabiskan sumber daya secara signifikan.
Sering kali dibutuhkan dua hingga tiga pencegat untuk menjamin satu rudal musuh berhasil dihentikan sehingga konsumsi amunisi bisa meningkat berlipat ganda dalam konflik intens.
Dalam operasi harian stok pencegat akan terus berkurang sementara produksi sistem pertahanan tidak mungkin ditingkatkan secara instan untuk mengimbangi kebutuhan.
Kekhawatiran ini tidak hanya bersifat teknis melainkan juga menyangkut daya tahan logistik secara keseluruhan di tengah perang berkepanjangan.
Tekanan tersebut turut memengaruhi proses pengambilan keputusan politik karena pemerintahan harus menyeimbangkan respons militer dengan kapasitas jangka panjang yang tersedia.
Eskalasi yang berkelanjutan juga berpotensi memperluas keterlibatan sekutu serta memperumit koordinasi di tingkat internasional.
Meskipun kekhawatiran ini masih bersifat internal bocornya informasi ke Washington Post menandakan betapa seriusnya situasi yang dihadapi Pentagon saat ini.
Konflik modern terbukti tidak hanya bergantung pada serangan dan balasan di medan tempur melainkan juga pada ketahanan stok kesiapan sistem serta perhitungan strategis jangka panjang.
Jika pertempuran benar-benar berlangsung berminggu-minggu dampaknya akan merembet ke anggaran logistik serta stabilitas kawasan yang lebih luas.
Dengan suasana yang digambarkan tegang dan penuh paranoia konflik Iran telah menjadi isu utama yang mendominasi pusat pertahanan Amerika Serikat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

