Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Heru Subagia: Eskalasi Perang Iran-Israel Ancam APBN Indonesia dan Picu Lonjakan Harga Minyak Global

Repelita Jakarta - Pengamat politik dan ekonomi Heru Subagia menyatakan bahwa eskalasi konflik antara Israel dan Iran berpotensi menimbulkan konsekuensi berat bagi Indonesia baik dalam dimensi geopolitik maupun perekonomian nasional.

Menurutnya Amerika Serikat yang disebut sebagai penggagas Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang melibatkan Presiden Prabowo Subianto justru bertindak bertentangan dengan inisiatif tersebut.

Pada akhirnya Amerika sebagai inisiator BoP atau dewan perdamaian yang konon melibatkan Prabowo Subianto pada akhirnya memecah sebuah kenyataan pahit perdamaian di Timur Tengah yang dilucuti Amerika sendiri ujar Heru kepada fajar.co.id pada Minggu 1 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat bersama Israel telah melakukan serangan terhadap Iran sehingga memperburuk ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.

Heru Subagia menilai pecahnya perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat akan memanaskan situasi global dan menjadi awal potensi pecahnya perang dunia ketiga.

Ia juga menyampaikan kekhawatiran serius mengenai kemungkinan Iran menggunakan senjata nuklir sebagai respons balasan atas serangan yang dilakukan.

Kekhawatiran dunia akan memuncak ketika Iran menggunakan senjata nuklirnya sebagai balasan atas penyerangan yang kemungkinan akan diperparah Israel maupun Amerika tukasnya.

Namun opsi penggunaan senjata nuklir dinilai sebagai langkah paling akhir yang hanya akan diambil jika Iran tidak memiliki pilihan lain lagi.

Dari perspektif ekonomi Heru Subagia memperingatkan bahwa konflik tersebut akan menyebabkan lonjakan harga komoditas global khususnya minyak mentah.

Dengan adanya perang Iran-Israel ini tentunya skala ekonomi internasional akan menyebabkan kenaikan terhadap komoditi dunia imbuhnya.

Indonesia dianggap sangat rentan karena ketergantungan tinggi pada impor bahan bakar minyak untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Ini akan memberikan dampak telak pada APBN kita karena kita hampir secara menyeluruh konsumsi BBM kita adalah impor katanya.

Lonjakan harga minyak dunia akan secara otomatis membebani anggaran negara memperlebar defisit fiskal serta menggerus dinamika ekonomi secara keseluruhan.

Heru Subagia menyebutkan bahwa posisi anggaran belanja negara saat ini telah berada dalam kondisi tekor dengan defisit mendekati lima puluh enam triliun rupiah.

Dalam analisis politiknya ia menilai Presiden Prabowo Subianto berada pada posisi yang sangat kritis baik secara institusional maupun pribadi.

Saya meyakini Prabowo berada dalam detik-detik kritis baik posisinya sebagai Presiden maupun secara personal tutur Heru.

Indonesia berpotensi terjebak dalam skema geopolitik yang membatasi kebebasan menyuarakan kebijakan luar negeri secara tegas.

Indonesia tidak bisa menyatakan kebijakan politik luar negerinya dengan lantang baik menunda perang Arab-Israel khususnya dengan Iran dan sebetulnya Amerika inilah jebakan paling keramat bagi Amerika untuk Indonesia tegasnya.

Ia juga mengkritik wacana pengiriman delapan ribu pasukan perdamaian oleh Indonesia yang dianggap sebagai langkah berisiko tinggi.

Keinginan Indonesia untuk mengirim 8 ribu pasukan perdamaian ini adalah catatan dan impian terburuk Indonesia jika benar Prabowo mengirimkan rakyat tentara sendiri untuk dibunuh tandasnya.

Heru Subagia menyimpulkan bahwa konflik yang semakin memanas di Timur Tengah tidak hanya mengancam stabilitas global melainkan juga dapat mengguncang perekonomian serta dinamika politik dalam negeri Indonesia secara signifikan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved