Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Ayatollah Ali Khamenei Gugur dalam Serangan Gabungan AS–Israel, Suksesi Kepemimpinan Iran Dipertaruhkan

 

Repelita Teheran - Situasi politik Iran memasuki fase genting setelah beredarnya laporan luas di kawasan Timur Tengah yang menyebut Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi di Teheran pada 28 Februari 2026.

Informasi tersebut berkembang seiring laporan kerusakan berat di sejumlah kompleks strategis negara, termasuk area yang selama ini dijaga ketat sebagai pusat pengambilan keputusan tertinggi Iran sejak dini hari waktu setempat pada tanggal yang sama.

Pihak berwenang Iran hingga kini belum menggelar pernyataan publik terbuka secara rinci, namun sejumlah pejabat internal mengonfirmasi bahwa struktur keamanan nasional langsung ditempatkan pada status siaga penuh sejak malam 28 Februari 2026.

Kondisi ini memicu spekulasi luas mengenai kesinambungan kepemimpinan nasional, mengingat posisi Pemimpin Tertinggi merupakan poros utama sistem politik Iran yang memegang kendali atas militer, peradilan, dan kebijakan strategis negara.

Dalam dinamika tersebut, nama Mojtaba Khamenei yang merupakan putra Ayatollah Ali Khamenei kembali diperbincangkan sebagai figur yang dinilai memiliki pengaruh kuat di lingkaran elite, terutama sejak perannya menguat dalam beberapa tahun terakhir sebelum peristiwa 28 Februari 2026.

Selain Mojtaba Khamenei, Ayatollah Alireza Arafi juga disebut dalam berbagai diskusi internal ulama senior sebagai sosok yang dipandang memenuhi kualifikasi religius dan struktural untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tertinggi Iran pasca peristiwa tersebut.

Mekanisme resmi pemilihan Pemimpin Tertinggi Iran berada di tangan Majelis Ahli, yang berdasarkan konstitusi memiliki kewenangan penuh untuk menetapkan atau menunjuk pengganti apabila terjadi kekosongan jabatan akibat wafat atau ketidakmampuan pemimpin sebelumnya.

Hingga awal Maret 2026, proses konsolidasi internal masih berlangsung tertutup, sementara aparat keamanan tetap memperketat pengawasan di Teheran dan kota-kota besar guna mengantisipasi dampak lanjutan dari eskalasi konflik regional yang menyertai peristiwa ini.*

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved