Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Mesir Tegaskan Upaya Pecah Gaza Garis Merah dan Kecam Pembatasan Israel di Rafah

 

Repelita Ljubljana - Mesir secara resmi menyatakan bahwa segala upaya untuk memecah belah Jalur Gaza merupakan garis merah yang tidak dapat diterima.

Pernyataan keras itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dalam konferensi pers usai pertemuan menteri dari Kelompok Kontak Arab-Islam di Slovenia.

Abdelatty menggambarkan situasi terkini di Gaza sebagai kondisi yang masih sangat rapuh meskipun terdapat sedikit kemajuan di beberapa aspek.

Ia secara khusus mengkritik kebijakan Israel yang membatasi pergerakan warga Palestina melalui penyeberangan perbatasan Rafah.

"Israel menghalangi perjalanan warga Palestina melalui Rafah dari kedua sisi dan menghambat bantuan kemanusiaan untuk masuk ke Jalur Gaza," kata Abdelatty.

Menteri Luar Negeri Mesir itu juga menyoroti situasi yang terus memburuk di wilayah Tepi Barat akibat kebijakan pendudukan Israel.

Ia mencatat bahwa otoritas Israel terus melanjutkan praktik penindasan, peneroran terhadap warga sipil, dan pengambilalihan tanah secara paksa.

Mengenai upaya menstabilkan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, Abdelatty menyatakan bahwa Mesir aktif bekerja sama dengan berbagai mitra regional dan internasional.

Kerja sama tersebut melibatkan Uni Eropa dan Amerika Serikat untuk memajukan kesepakatan damai meskipun ia tidak merinci lebih lanjut tentang bentuk kolaborasinya.

Abdelatty menekankan kebutuhan mendesak untuk peningkatan bantuan kemanusiaan yang signifikan ke wilayah Gaza yang digambarkannya dalam situasi tragis.

Ia juga menegaskan bahwa tidak akan ada stabilitas bagi Israel tanpa adanya pendirian negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Pernyataan diplomatik Mesir ini disampaikan setelah Amerika Serikat mengumumkan fase kedua rencana Gaza yang diusulkan oleh Presiden Donald Trump pada pertengahan Januari.

Pengumuman Amerika Serikat tersebut dilakukan meskipun terdapat permintaan dari Israel untuk menunda pelaksanaan rencana itu.

Sementara itu, Israel terus membatasi pergerakan di penyeberangan Rafah dan masih melakukan serangan di Gaza meskipun gencatan senjata telah berlaku.

Dalam konferensi pers yang sama, Abdelatty juga menyentuh ketegangan yang sedang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat.

Ia menyatakan bahwa Mesir bekerja secara intensif untuk mencegah pecahnya perang terbuka antara kedua negara tersebut.

Upaya diplomasi dan pencegahan eskalasi konflik menjadi prioritas utama pemerintah Mesir dalam menangani ketegangan regional tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved