Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

KPBB Tuding Impor 105 Ribu Pikap India ke Kopdes Merah Putih Dumping Kendaraan Kadaluarsa BS4

 Impor 105 Ribu Pickup dari India Dipersoalkan, Muncul Dugaan Indonesia Jadi  'Tong Sampah' Kendaraan Usang - Viral News

Repelita Jakarta - Keputusan PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor 105 ribu unit pikap dari India terus memicu perdebatan sengit di kalangan masyarakat dan pemerhati lingkungan.

Eksekutif Direktur Komite Penghapusan Bensin Bertimbel Ahmad Safrudin menilai impor tersebut berpotensi menjadikan Indonesia sebagai tempat pembuangan kendaraan usang yang tidak lagi memenuhi standar emisi di negara asal.

Ia menjelaskan India telah menerapkan standar emisi Bharat Stage 6 yang setara dengan Euro 6 sejak beberapa tahun lalu.

Sementara salah satu model pikap yang diimpor yaitu Mahindra Scorpio masih menggunakan standar Bharat Stage 4 yang lebih rendah.

"Betul, kita anggap itu dumping karena India sudah masuk ke Euro 6," ujar Ahmad Safrudin dalam konferensi pers daring pada Rabu 25 Februari 2026.

Menurutnya kendaraan dengan standar emisi di bawah Bharat Stage 6 tidak lagi boleh beroperasi di India sejak April 2020.

Regulasi tersebut tertuang dalam Automotive Industry Standard 137 yang diterbitkan Ministry of Road Transport & Highways India.

Pada 2023 India menerapkan Bharat Stage 6 Phase 2 dengan pengujian Real Driving Emissions yang lebih ketat di kondisi jalan nyata.

Ahmad Safrudin mengibaratkan impor tersebut seperti penjualan barang kadaluarsa yang didiskon karena tidak lagi layak di pasar asal.

"Barang busuk, wajar kalau diobral. Kita lihat di pasar-pasar, supermarket, kalau ada kue basah dijual, kalau dibeli sore hari harganya didiskon. Karena penjual tahu, kue itu akan kadaluarsa. Makanya diobral. Konteks ini juga demikian," kata Ahmad Safrudin.

PT Agrinas Pangan Nusantara telah meneken kontrak pengadaan 105 ribu unit kendaraan niaga senilai Rp24,66 triliun dari dua produsen India.

Rinciannya mencakup 35 ribu unit Scorpio Pick Up dari Mahindra serta 70 ribu unit dari Tata Motors yang terdiri atas 35 ribu unit Yodha Pick-Up dan 35 ribu unit Ultra T.7 Light Truck.

Kendaraan tersebut rencananya digunakan untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih di berbagai wilayah.

Mahindra Scorpio Pikup Single Cab dan Double Cab telah resmi dipasarkan di Indonesia melalui distributor RMA Group.

Meski masih sesuai regulasi emisi nasional Indonesia model tersebut tidak lagi memenuhi standar terbaru di India.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota telah dihubungi terkait tudingan tersebut namun belum memberikan respons lengkap terhadap pertanyaan yang diajukan.

Kontroversi ini terus bergulir dengan sorotan pada aspek lingkungan ekonomi dan kesesuaian teknologi kendaraan impor bagi kebutuhan domestik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved