Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[GERAM] Prof Anhar Gonggong Tuntut Cabut Kewarganegaraan Dwi Sasetyaningtyas: Penghinaan Negara dari Alumni LPDP yang Tak Tahu Terima Kasih

 

Repelita Jakarta - Sejarawan Prof Anhar Gonggong angkat bicara terkait kontroversi yang melibatkan alumni penerima beasiswa LPDP Dwi Sasetyaningtyas.

Ia menilai pernyataan Dwi yang dianggap merendahkan status warga negara Indonesia patut mendapat sanksi berat.

Prof Anhar secara tegas meminta agar kewarganegaraan Dwi dicabut karena dianggap telah menghina bangsa.

“Warga negara yang sok seperti ini, saya minta dipecat aja, kewarganegaraannya ditarik aja, biar dia merasa dirinya hebat,” kata Anhar dalam video yang diunggah di media sosial pada Jumat 27 Februari 2026.

Menurutnya pencabutan kewarganegaraan dapat dilakukan karena tindakan penghinaan terhadap negara yang dilakukan Dwi.

“Dia tinggal di Inggris itu urusannya, tapi penghinaannya kepada negara, itulah yang saya tuntut agar kewarganegaraannya dicabut,” tambahnya.

Prof Anhar menjelaskan bahwa pernyataan Dwi seolah-olah menyiratkan anaknya akan lebih bahagia sebagai warga negara Inggris.

Ia menilai ungkapan itu merendahkan anak-anak dari warga negara Indonesia lainnya.

“Dia seakan-akan anaknya akan hidup bahagia nanti sebagai warga negara Inggris dan seakan-akan anak-anak warga negara Indonesia tidak ada apa-apanya,” papar Anhar.

Anhar menekankan bahwa Dwi bisa menempuh pendidikan di Inggris berkat biaya beasiswa LPDP yang bersumber dari pajak rakyat Indonesia.

“Biaya dia di Inggris dari pajak rakyat Republik Indonesia, ini artinya dia tidak tahu terima kasih,” terangnya.

Ia kembali menegaskan bahwa Indonesia tidak memerlukan warga negara dengan sikap seperti itu.

“Kami tidak butuh orang-orang sok seperti ini, sekali lagi saya minta pemerintah Indonesia untuk mencabut kewarganegaraannya,” tambah Anhar.

Di tengah gelombang kritik yang meluas Dwi Sasetyaningtyas akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

"Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan”, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut," tulisnya dalam unggahan media sosial.

Dwi mengakui bahwa kalimat yang disampaikannya dapat diartikan sebagai bentuk perendahan terhadap identitas warga negara Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved