Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

BGN Bongkar Dapur Gizi di Bawah Kandang Walet, Dinilai Langgar Standar dan Ancam Keamanan Pangan

Diduga Satu Lokasi dengan Sarang Burung Walet, Dapur MBG di Desa Topanda  Disorot: Berpotensi Langgar Aturan Kesehatan, Aktivis Angkat Bicara –  MabesNews.com

Repelita Ponorogo - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang melakukan inspeksi mendadak ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Banyudono, Ponorogo.

Lokasi dapur tersebut berada tepat di bawah kandang atau gudang burung walet.

Dalam pengecekan itu, Nanik menemukan sejumlah pelanggaran teknis yang dinilai serius dan menyatakan keberatan keras terhadap kondisi bangunan yang tidak sesuai standar.

Ia menegaskan bahwa secara prinsip, lokasi dapur tidak boleh berdekatan dengan area peternakan atau kandang hewan.

“Prinsip utama dulu, tidak boleh dekat peternakan. Ini kan gudang burung walet,” ujarnya di lokasi sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Official iNews.

Keberadaan gudang burung walet yang bercampur dengan area produksi pangan dinilai telah menyalahi ketentuan sejak awal.

Meskipun menemukan pelanggaran, BGN tidak langsung mencabut izin operasional dapur tersebut.

Nanik menyatakan bahwa pihak pengelola diberikan tenggat waktu selama tiga bulan untuk melakukan perbaikan total atau segera mencari lokasi baru yang memenuhi syarat.

Selain persoalan lokasi, ia juga menyoroti tata letak bangunan yang dinilai tidak ramah terhadap standar higienitas.

Posisi toilet yang berada di bagian depan dan berdekatan langsung dengan area pengolahan makanan menjadi catatan paling keras dalam inspeksi tersebut.

“Ini WC di depan sudah salah. Ini makanan loh,” katanya dengan nada tegas di hadapan pengelola.

Nanik juga menemukan sistem distribusi barang yang kacau karena jalur keluar dan masuk bahan makanan tercampur dalam satu akses yang sama.

Kondisi tersebut dinilai sangat berpotensi menimbulkan kontaminasi silang serta mengganggu kebersihan dan keamanan pangan.

Menurutnya, kekacauan sistem seperti ini tidak boleh terjadi di fasilitas penyediaan makanan bergizi untuk masyarakat.

Masalah lain yang turut disoroti adalah ketiadaan water heater untuk penyediaan air panas guna keperluan produksi.

Dalam dialog di lokasi, terungkap bahwa air panas selama ini diperoleh dengan cara direbus menggunakan panci biasa, bukan melalui sistem pemanas air berstandar teknis.

“Harus pakai water heater, ternyata dia pakai direbus,” ujarnya.

Nanik kemudian mempertanyakan proses seleksi dan verifikasi yang menyebabkan dapur dengan segudang masalah ini bisa dinyatakan lolos.

Ia bahkan menyatakan akan mengadukan temuan ini secara resmi ke pemerintah daerah setempat.

“Orang kayak gini kok lolos,” katanya menanggapi kondisi dapur yang dinilainya jauh dari kata layak.

Dapur tersebut diketahui dikelola oleh seorang mitra bernama Devita bersama yayasan Wana Catra serta disebut mengoperasikan tiga lokasi dapur.

BGN memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional SPPG di daerah tersebut.

Inspeksi ini menjadi bagian dari komitmen pengawasan ketat BGN dalam memastikan seluruh dapur SPPG memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan ketentuan teknis lainnya, terutama karena berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi masyarakat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved