Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Tokoh NU Sindir Tompi: Saat Konstitusi Diobrak-Abrik Demi Gibran, Kau Diam

 Sindir Keras Pemerintah, Tompi: Nyanyi Lagu Sendiri Kok Harus Bayar? Kan  Gila!

Repelita Jakarta - Tokoh Nahdlatul Ulama Umar Hasibuan memberikan sorotan terhadap penyanyi Tompi terkait pernyataannya yang mengkritik komika Pandji Pragiwaksono.

Melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya, Umar menyindir sikap Tompi yang dinilainya memilih diam saat konstitusi didiskusikan untuk memungkinkan Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon wakil presiden.

“Giliran konstitusi diobrak abrik demi gibran lolos wapres muncungnya diam,” tulisnya dikutip Senin (5/12/2025).

“Apa sih yg kau cari tompi?,” ungkapnya.

Umar mempertanyakan motif dibalik keberanian Tompi bersuara saat ini, padahal sebelumnya tidak menyatakan pendapat ketika proses konstitusional sedang berlangsung.

Baru-baru ini Tompi memberikan kritik terhadap materi stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang tayang di platform streaming Netflix dengan judul Mens Rea.

Kritik tersebut disampaikan melalui unggahan di akun media sosial Instagram pribadi miliknya.

Tompi menyoroti bagian materi Pandji yang menyinggung penampilan fisik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, khususnya terkait kondisi mata yang terlihat mengantuk.

"Apa yang terlihat 'mengantuk' pada mata, dalam dunia medis dikenal sebagai PTOSIS, suatu kondisi anatomis yang bisa bersifat bawaan, fungsional, atau medis, dan sama sekali BUKAN BAHAN LELUCON," tulis Tompi di akun Instagram @dr_tompi.

"PTOSIS: Meskipun bisa dikoreksi secara operasi, tapi tentu ini menjadi kemerdekaan setiap pasien untuk mau (memilih) atau tidak," ujarnya.

Menurut Tompi, menjadikan kondisi fisik seseorang sebagai bahan lelucon bukanlah bentuk kecerdasan dalam berpikir maupun berkomedi.

"Merendahkan kondisi tubuh seseorang bukanlah kecerdasan, melainkan kemalasan berpikir," tegasnya.

Ia mengajak publik untuk meningkatkan standar diskusi dengan mengkritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan seseorang, bukan atribut fisik yang tidak dipilih oleh pemiliknya.

"Mari naikkan standar diskusi publik kita: kritisi gagasan, kebijakan, dan tindakan, bukan fisik yang tidak pernah dipilih oleh pemiliknya. Karena martabat manusia seharusnya tidak menjadi punchline," tuturnya.

Meski mengkritik bagian tertentu, Tompi tetap mengapresiasi keseluruhan pertunjukan komedi yang ditampilkan oleh Pandji.

"Btw saya nonton show-nya di Netflix, keren kok materinya. BANYAK BENERnya," tutupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved