
Repelita Banda Aceh - Kabar mengenai minat pihak swasta untuk membeli material lumpur pascabencana banjir dan longsor di wilayah Aceh memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat.
Spekulasi ini menguat setelah beredarnya sejumlah video di media sosial yang menunjukkan lumpur pasca banjir di Aceh diduga mengandung butiran emas.
Akun media sosial @Aceh dengan puluhan ribu pengikut juga menyoroti temuan tersebut melalui unggahan di platform X.
“Masyarakat Aceh temukan kandungan emas dalam lumpur yang terbawa banjir bandang dari aktivitas tambang emas,” tulis akun X dengan 49,5 ribu pengikut itu, dikutip Senin (5/1/2026).
Video yang beredar tersebut memperlihatkan material berwarna kuning keemasan di antara lumpur, namun kebenaran mengenai apakah itu benar-benar emas asli masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.
Sebuah video viral lainnya yang diunggah di TikTok oleh akun @pujamuliana19 menunjukkan sekelompok warga, sebagian besar perempuan, sedang mengais-ngais material di area berlumpur.
Mereka menggunakan berbagai alat seperti cangkul atau bahkan hanya mengandalkan tangan kosong untuk mencari butiran kecil berwarna kuning di antara kerikil dan lumpur.
Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang warga menunjukkan butiran berwarna kuning yang diduga merupakan emas hasil temuan di lokasi bencana.
Menurut informasi yang berkembang, butiran seperti emas itu baru ditemukan setelah banjir bandang melanda kawasan Aceh dan airnya mulai surut.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya minat dari pihak swasta untuk membeli material lumpur pascabencana berdasarkan laporan dari para kepala daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau lokasi terdampak bencana di Aceh Tamiang pada Kamis, 1 Januari 2026.
“Gubernur melaporkan ke saya ada pihak-pihak swasta yang tertarik, dia bisa manfaatkan lumpurnya di mana-mana, jadi tidak hanya di sungai, tapi yang di sawah dan sebagainya. Silakan, ini saya kira bagus sekali. Jadi tolong ini didalami dan kita laksanakan, ya,” kata Prabowo.
Ia menilai pemanfaatan lumpur tersebut dapat memberikan manfaat ganda, baik untuk mempercepat pemulihan lingkungan maupun memberikan nilai ekonomi tambahan bagi daerah.
“Nanti juga bermanfaat itu kalau bisa lumpurnya kalau ada swasta mau beli, ya monggo silakan, langsung dinikmati oleh daerah-daerah, ya kan? Benar, enggak? Gubernur, Bupati ada semangat sedikit, ya, kalau tahu begitu,” ucap Prabowo.
Prabowo juga menyetujui usulan normalisasi sungai yang dilakukan dari muara melalui jalur laut untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko banjir berulang.
Ia menekankan pentingnya sinergi dan pemanfaatan semua sumber daya yang ada untuk menangani dampak bencana secara maksimal.
“Pokoknya kita kerahkan semua upaya kita, ya, jadi jangan salah,” pungkasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

