:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/PANDJI-DAN-GIBRAN-1.jpg)
Repelita Jakarta - Komika Pandji Pragiwaksono menyelipkan kritik tajam dalam materi stand-up comedy terbarunya yang viral di media sosial, dengan secara khusus menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam potongan materinya, Pandji menyampaikan sindiran mengenai kondisi politik nasional dengan menyatakan bahwa masyarakat telah kehilangan harapan.
“Jangan pernah berharap sesuatu dinegeri ini. Polisinya membunuh. Tentaranya berpolitik," ujar Pandji.
Ia kemudian menutup candaannya dengan pernyataan yang secara langsung menyebut nama pejabat tinggi negara.
"Presidennya maafin koruptor. Wapresnya Gibran,” ucap Pandji dalam closing jokenya.
Pernyataan tersebut memancing respons dari Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia Dian Sandi Utama melalui akun X @DianSandiU pada Senin, 5 Januari 2026.
Dian menilai kritik Pandji tidak mencerminkan cara pandang generasi muda yang dinilainya lebih fokus pada pengembangan diri dan ekonomi.
“Coba tanya Gen Z pendapatnya tentang video ini Mas, pasti senyum-senyum mereka,” kata Dian di X @DianSandiU (5/1/2026).
Ia lebih lanjut menyindir kelompok yang kerap mengkritik pemerintah sebagai pihak yang kehabisan agenda politik.
“Video ini cocok untuk kaum mentok, harapan hidup menipis dan berharap ada Pilpres than tahun depan,” tukasnya.
Dian juga menyarankan agar energi kritik dialihkan ke aktivitas yang lebih positif.
“Pergi naik bukti kek atau pergi mancing, itu murah meriah tapi bisa tadabbur alam,” timpalnya.
Dalam respons yang paling keras, Dian menegaskan legitimasi Gibran sebagai wakil presiden terpilih dan menawarkan opsi radikal bagi yang tidak menerimanya.
“(Gibran) Wapres 286,8 Juta penduduk Indonesia,” tegas Dian.
“Jika anda tidak mengakui, Negara-negara OECD masih menerima imigran, silahkan,” kuncinya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

