
Repelita Garut - Seorang warga Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, menjadi korban intimidasi yang diduga dilakukan oleh keluarga Kepala Desa setempat, termasuk anak Kades bernama Koban.
Peristiwa ini bermula dari keluhan yang disampaikan Holis Muhlisin terkait pembangunan desa yang dianggap belum optimal serta realisasi perbaikan jalan yang belum terwujud.
Holis juga secara terbuka mempertanyakan pengelolaan dana desa selama masa kepemimpinan Kades Koban.
Rekaman kejadian tersebut berhasil diabadikan dan diunggah langsung oleh Holis Muhlisin melalui akun Facebook pribadinya.
Video amatir itu langsung mendapat perhatian besar dari masyarakat setelah menjadi viral di media sosial.
Dalam keterangan yang menyertai unggahannya, Holis menjelaskan penyebab di balik tindakan tersebut.
“Akibat saya mengkritik kebijakan dan memposting jalan rusak di Desa Panggalih, saya mengalami tindakan yang tidak diharapkan dari pihak tertentu”.
Pada rekaman tersebut terlihat seorang pria yang diduga bagian dari keluarga Kades Koban melontarkan pertanyaan dengan nada menantang dan penuh tekanan.
Pria itu mempersoalkan motif di balik unggahan keluhan Holis seolah-olah ada maksud terselubung atau tidak pada tempatnya.
Seorang perempuan kemudian turut serta dalam konfrontasi tersebut dengan mengucapkan kata-kata kasar yang semakin memperburuk situasi.
Holis Muhlisin dikenal sebagai konten kreator digital yang cukup aktif di berbagai platform media sosial, khususnya Facebook.
Akun Facebook miliknya telah diikuti oleh sekitar 8,8 ribu pengikut dengan berbagai konten hiburan termasuk komedi.
Meski demikian, ia tetap vokal menyuarakan aspirasi warga terkait penggunaan dana desa yang belum memberikan hasil maksimal bagi masyarakat setempat.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

