Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Saksi Bantah Bagi Margin di Sidang Korupsi Pertamina, Salah Sebut Olympic Luna Jadi Luna Maya, Ruang Sidang Riuh Tertawa

Repelita Jakarta - Persidangan kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Selasa 6 Januari 2026.

Jaksa Penuntut Umum menghadirkan Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis Baru PT Pertamina Arief Sukmara sebagai saksi untuk para terdakwa.

Arief diminta memberikan keterangan terkait dugaan pembagian margin keuntungan dalam transaksi perusahaan.

Jaksa menunjukkan bukti pesan singkat yang melibatkan Arief dengan mantan pejabat PT Pertamina International Shipping.

Pesan tersebut membahas negosiasi persentase keuntungan yang diduga telah disepakati antara pihak terkait.

Jaksa menanyakan apakah diskusi tersebut bertentangan dengan keterangan Arief sebelumnya di persidangan.

Arief dengan tegas membantah pernah melakukan pembicaraan mendetail mengenai margin tersebut.

Namun, saat menjelaskan, ia secara tidak sengaja salah menyebut nama kapal tanker Olympic Luna.

Saya merasa tidak pernah diskusi spesifik soal Luna Maya ini dengan Pak Sani ujar Arief di hadapan majelis hakim.

Pernyataan itu langsung dikoreksi oleh jaksa yang menyebut nama kapal yang benar.

Bukan Luna Maya, Olympic Luna tegas jaksa hingga memunculkan tawa di ruang sidang.

Eh kok Luna Maya sih, maaf-maaf. Olympic Luna timpal Arief sambil tertawa kecil.

Arief kemudian memperjelas bahwa pembicaraan di tingkat direksi selalu bersifat umum dan tidak pernah mendalam hingga ke nama kapal tertentu.

Saya tidak pernah berdiskusi dengan Pak Sani pun, spesifik tentang Olympic Luna. Karena saya di level saya direktur dengan Pak Sani ini biasanya bicaranya secara general, umum tambahnya.

Kasus ini melibatkan sejumlah terdakwa yang diduga menyebabkan kerugian negara sangat besar dari aktivitas ekspor-impor minyak serta penjualan bahan bakar nonsubsidi.

Jaksa memperkirakan total kerugian mencapai ratusan triliun rupiah termasuk dampak terhadap perekonomian nasional.

Momen kekeliruan penyebutan nama tersebut menjadi sorotan ringan di tengah sidang yang berat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved