Repelita Yogyakarta - Ketua Senat Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada San Afri Awang dengan tegas membantah segala tuduhan yang menyebut ijazah dan skripsi mantan Presiden Joko Widodo palsu.
San Afri menegaskan bahwa Joko Widodo memang menyelesaikan pendidikannya di fakultas tersebut dengan bukti yang jelas tersedia.
Dia (Joko Widodo) lulus dari sini dan buktinya ada kok tegas San Afri pada 6 Januari 2026.
Ia menyayangkan adanya pihak yang terus menyebarkan informasi tidak benar hingga menimbulkan kegaduhan berkepanjangan di masyarakat.
Tuduhan pemalsuan yang dilontarkan beberapa individu dinilainya hanya bertujuan mencari sensasi tanpa dasar faktual yang kuat.
San Afri, sebagai senior angkatan Joko Widodo, mengungkap pengalaman masa kuliah untuk menjelaskan praktik pembuatan skripsi pada era 1980-an.
Pada waktu itu, mahasiswa sering mencetak sampul skripsi serta lembar pengesahan di tempat percetakan profesional seperti Prima atau Sanur yang populer di sekitar kampus UGM.
Penggunaan komputer IBM PC untuk pengetikan juga sudah mulai marak melalui jasa khusus, meski tidak semua mahasiswa mampu membayarnya.
Banyak rekan seangkatan yang kondisi ekonominya terbatas memilih mesin ketik manual untuk membuat sampul dan lembar pengesahan.
Praktik kombinasi antara isi skripsi yang diketik manual dengan sampul cetak percetakan merupakan hal biasa di Fakultas Kehutanan saat itu.
Skripsi Joko Widodo yang mencapai 91 halaman memang menggunakan mesin ketik untuk bagian isi utama.
Sementara sampul depan dan lembar pengesahan dicetak melalui jasa percetakan, sesuai pilihan umum mahasiswa pada periode tersebut.
San Afri menekankan bahwa variasi ini wajar dan tidak menjadi indikasi pemalsuan dokumen akademik.
Ia kembali menyesalkan serangan terhadap kredibilitas institusi UGM yang terus berulang tanpa bukti memadai.
Polemik ini dianggapnya telah melenceng jauh dari fakta sejarah pendidikan di kampus tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

