Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Saiful Mujani: Survei Nasional Tunjukkan Lebih 80 Persen Rakyat Tolak Pilkada oleh DPRD

Rakyat Tolak Pilkada DPRD, Saiful Mujani Singgung Politik Uang Berasal dari  Politisi - TribunNews.com

Repelita Jakarta - Pakar ilmu politik Saiful Mujani memberikan apresiasi terhadap analisis data dari Drone Emprit mengenai sentimen penolakan terhadap pemilihan kepala daerah oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Meskipun jumlah pengguna platform X jauh lebih kecil dibandingkan total pemilih di seluruh Indonesia.

Ia menekankan bahwa temuan tersebut tetap mengungkap fenomena penting di ruang digital.

“Betul mas Fahmi. Populasi pengguna X memang kecil dibanding total pemilih di negeri ini,” kata Saiful Mujani dalam unggahannya pada Jumat (9/1/2026).

Oleh karena itu, untuk memahami pandangan pemilih secara menyeluruh termasuk isu pemilihan kepala daerah melalui DPRD, ia lebih mengandalkan data survei opini publik nasional yang bersifat ilmiah.

“Karena itu kalau mau tahu sentimen pemilih tentang berbagai isu termasuk isu pilkada oleh DPRD, saya masih bersandar pada survei opini publik nasional, survei yang saintifik,” ungkapnya.

Hasil survei menunjukkan secara representatif bahwa lebih dari 80 persen masyarakat menolak skema pemilihan kepala daerah oleh DPRD.

“Hasilnya representatif nasional bahwa rakyat di atas 80 persen nolak kepala daerah dipilih DPRD,” tambahnya.

Konsistensi penolakan ini terbukti sangat kuat dari waktu ke waktu.

“Penolakan besar ini konsisten sejak survei pertama 2013 sampai terakhir Oktober 2025. Penolakan sangat solid. Jarang opini publik nasional sesolid begini,” jelasnya.

“Hampir konsensus rakyat nasional dalam menolak kepala daerah dipilih DPRD,” lanjut Saiful Mujani.

Sebelumnya, pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi menyampaikan bahwa meskipun penolakan terhadap pemilihan kepala daerah oleh DPRD sangat ramai dan penuh emosi di media sosial, namun belum membentuk kesatuan suara yang solid.

Bagi mereka yang berharap Pilkada tetap dipilih langsung oleh rakyat, ada satu pesan penting dan tidak sepenuhnya nyaman dari data Drone Emprit, media sosial memang gaduh menolak, tetapi tidak pernah satu suara, tulis Ismail Fahmi di akun X @ismailfahmi pada 8 Januari 2026.

Fragmentasi tersebut justru memberikan celah bagi langkah politik dari kalangan elit.

"Dan dalam politik, ketidaksatuan suara penolakan sering kali bukan tanda kemenangan, melainkan celah peluang,” katanya.

Pemantauan Drone Emprit dari 5 Desember 2025 hingga 6 Januari 2026 mencatat 10.257 percakapan dengan interaksi lintas platform mencapai lebih dari 9,19 juta.

Walaupun volume dan intensitas emosi tinggi, arah pembicaraan tetap terpecah.

“Bagi sebagian publik, ini jelas kemunduran demokrasi. Namun bagi sebagian lainnya, ini solusi pragmatis,” tutupnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved