Repelita Jakarta - Politikus Partai Demokrat Andi Arief menyatakan pihaknya menerima permohonan maaf yang telah disampaikan pengelola kanal YouTube Kajian Online.
Permohonan maaf tersebut ditujukan kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat atas sejumlah konten yang dinilai kurang profesional.
“Kami sambut baik permohonan maaf akun YouTube Kajian Online kepada Pak SBY dan Partai Demokrat. Mudah-mudahan ke depan tidak terulang dan bisa menjadi pelajaran," tulis Andi di akun Facebook miliknya, dikutip redaksi Senin 5 Januari 2026.
Ia menegaskan bahwa isu seputar ijazah Presiden Joko Widodo sama sekali tidak memiliki kaitan dengan SBY maupun partainya.
Meski permohonan maaf dari satu pihak telah diterima, Partai Demokrat masih menanti respons dan sikap dari sejumlah akun lain yang telah dikirimi somasi resmi.
“Kami masih menunggu sikap beberapa akun lagi yang sudah dikirim somasi,” pungkas Andi Arief.
Sebelumnya, pengelola Kajian Online menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah di kanalnya pada Senin, 5 Januari 2025.
Dalam pernyataannya, pengelola mengakui telah menurunkan beberapa konten dan merevisi materi lainnya setelah mendapatkan masukan dari berbagai pihak.
"Mengawali video ini saya ingin meminta maaf dan berterima kasih kepada Pak SBY dan juga Partai Demokrat yang sudah memberikan saran pandangannya terkait beberapa konten di kajian online yang perlu mungkin lebih profesional, lebih baik. Dan beberapa yang harus di-take down sudah kita take down," ujar pengelola Kajian Online.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

