Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Pengunduran Diri Massal Petinggi OJK dan BEI yang Pertama Sejak Reformasi Soroti Masalah Sistemik

 Cetak Sejarah, Lima Petinggi OJK–BEI Mundur Massal

Repelita Jakarta - Lima petinggi dari Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia mengundurkan diri secara bersamaan dalam sebuah peristiwa yang dinilai sebagai preseden langka dalam sejarah keuangan nasional.

Mundurnya para pejabat tinggi tersebut terjadi pada Sabtu, 31 Januari 2026, menandai momen bersejarah sejak pembentukan lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut.

Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira menyebutkan bahwa peristiwa pengunduran diri massal ini merupakan yang pertama terjadi sejak era reformasi tahun 1998.

Menurut analisis Bhima, penyebab mundurnya para petinggi tersebut kemungkinan bukan semata-mata disebabkan oleh penurunan Indeks Harga Saham Gabungan yang memicu trading halt selama dua hari berturut-turut.

Persoalan yang mendasari pengunduran diri tersebut diduga lebih kompleks dan terkait dengan akumulasi berbagai kebijakan yang dinilai mengganggu independensi otoritas moneter dan keuangan.

Bhima menjelaskan bahwa akumulasi masalah tersebut mencakup intervensi terhadap independensi Bank Indonesia yang telah terjadi sebelumnya dalam beberapa kebijakan pemerintah.

Selain itu, terdapat pula persoalan terkait akuisisi sejumlah lahan yang kemudian dikelola oleh perusahaan negara di sektor agrikultur dan keuangan seperti Agrinas dan Danantara.

Perubahan regulasi di pasar modal juga menjadi sorotan, khususnya terkait kelonggaran penempatan dana asuransi dan jasa keuangan di instrumen saham yang sebelumnya dibatasi.

"Tadinya hanya 8 persen boleh penempatan di saham tapi sekarang bisa mencapai 20 persen," ujar Bhima dalam keterangannya di Jakarta pada tanggal tersebut.

Pengunduran diri massal ini terjadi di tengah sorotan terhadap kinerja pasar modal nasional yang mendapat kritik dari lembaga pemeringkat internasional Morgan Stanley Capital International.

Situasi ini memunculkan pertanyaan mendasar mengenai stabilitas dan tata kelola sektor keuangan Indonesia di tengah dinamika kebijakan ekonomi yang sedang berlangsung.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved