
Repelita Havana - Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, memimpin langsung latihan kesiapan tempur militer nasional di hadapan pasukan bersenjata.
Latihan tersebut merupakan bagian dari persiapan strategis negara itu untuk menghadapi berbagai kemungkinan ancaman dari luar.
Diaz-Canel menegaskan bahwa cara terbaik mencegah agresi adalah dengan membuat pihak imperialis menghitung risiko mahal jika menyerang negaranya.
Pernyataan ini disampaikannya dalam siaran televisi nasional usai mengawasi manuver militer yang melibatkan pasukan tank.
Ia didampingi oleh Menteri Angkatan Bersenjata, Jenderal Alvaro Lopez Miera, beserta sejumlah perwira tinggi militer lainnya.
Langkah ini dinilai sebagai respons tegas terhadap peringatan yang disampaikan oleh pemimpin Amerika Serikat beberapa waktu sebelumnya.
Pemimpin Amerika Serikat telah mengeluarkan pernyataan terbuka yang mengancam posisi pemerintah Kuba saat ini.
Ancaman tersebut menyebutkan bahwa Kuba harus bersedia berunding atau akan menghadapi konsekuensi serius seperti negara lain.
Negara yang dimaksud adalah Venezuela, yang baru-baru ini mengalami intervensi militer asing di wilayah kedaulatannya.
Venezuela selama ini merupakan sekutu strategis dan pemasok utama kebutuhan energi serta bantuan keuangan bagi Kuba.
Pemimpin Amerika Serikat secara eksplisit menyatakan akan memutus semua aliran minyak dan dana yang selama ini mengalir ke Kuba.
Pernyataan itu disampaikan melalui platform media sosial miliknya dengan nada yang sangat konfrontatif.
Dewan Pertahanan Nasional Kuba telah mengadakan pertemuan khusus untuk membahas peningkatan tingkat kesiapan negara.
Pertemuan itu bertujuan menganalisis dan menyetujui berbagai rencana serta langkah transisi menuju status perang.
Konsep strategis yang dianut adalah Perang Seluruh Rakyat yang melibatkan mobilisasi sipil jika konflik bersenjata terjadi.
Presiden Kuba menegaskan kembali sikap negara itu sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat, dan tidak dapat didikte oleh pihak mana pun.
Pernyataan sikap tersebut disampaikannya melalui sebuah unggahan di platform media sosial X.
Diaz-Canel menambahkan bahwa Kuba siap mempertahankan tanah airnya hingga titik darah penghabisan.
Operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat di Venezuela telah menewaskan puluhan personel keamanan dari kedua negara.
Insiden tersebut semakin memperuncing ketegangan hubungan antara Washington dan Havana selama beberapa tahun terakhir.
Embargo perdagangan yang telah berlangsung puluhan tahun membuat Kuba sangat bergantung pada pasokan minyak dari Venezuela.
Ketergantungan itu merupakan bagian dari kesepakatan bilateral yang dijalin sejak era kepemimpinan Hugo Chavez.
Situasi geopolitik yang terus memanas ini membuat kedua pihak meningkatkan kewaspadaan dan persiapan militer mereka.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

