Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Koalisi Masyarakat Sipil serukan warga jaga warga lawan ancaman OTK

 Aktivis Kelompok Masyarakat Sipil membentangkan spanduk dan poster saat aksi peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Jakarta, Selasa (9/12/2025). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)

Repelita Jakarta - Beberapa aktivis serta tokoh berpengaruh di media sosial mengalami ancaman dan intimidasi dari pihak tak dikenal.

Nama-nama seperti Ramond Dony Adam yang dikenal sebagai DJ Donny, Sherly Annavita, Virdian Aurellio, serta aktivis Greenpeace Iqbal Damanik menjadi korban langsung dari tindakan tersebut.

Koalisi Masyarakat Sipil kemudian mengajak seluruh warga untuk saling melindungi satu sama lain melalui gerakan warga jaga warga.

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Muhammad Isnur menilai bahwa rangkaian ancaman dan intimidasi ini merupakan bentuk penyerangan terhadap prinsip demokrasi serta kebebasan berpendapat yang dilindungi konstitusi.

Ia menduga aksi yang berlangsung secara terorganisir dan meluas ini mencerminkan dua kegagalan mendasar dari aparat penyelenggara negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

”Pertama penyelenggara negara telah membiarkan serangan teror dan intimidasi terjadi tanpa ada respons dan sikap yang tegas untuk menghukum para pelaku teror dan intimidasi,” ujar Isnur kepada wartawan pada Kamis, 1 Januari 2026.

Para korban ancaman umumnya dikenal aktif menyuarakan kondisi faktual di wilayah-wilayah terdampak bencana alam di Sumatera.

Kedua, Isnur menyoroti ketidakmampuan penyelenggara negara dalam menerima serta menindaklanjuti masukan kritis dari publik.

”Dan menormalisasi bentuk-bentuk tindakan yang mengabaikan suara publik dalam penanganan bencana dan sejumlah isu publik lainnya,” tambahnya.

DJ Donny telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya pada Rabu, 31 Desember 2025, dengan melampirkan rekaman kamera pengawas yang menunjukkan rumahnya dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal.

Ia juga menerima kiriman misterius berupa bangkai ayam sebagai bentuk ancaman.

Isnur menekankan bahwa tindakan tersebut bersifat sangat berbahaya dan tidak dapat dianggap remeh.

”Kepedulian dari warga yang kritis termasuk para pemengaruh di media sosial terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana di Sumatera adalah sebuah ekspresi solidaritas dan tanggung jawab yang menunjukkan kecintaan dan keberpihakan mereka terhadap warga negara yang mengalami duka dan luka,” katanya.

Namun, ungkapan solidaritas di platform digital justru dibalas dengan ancaman serta intimidasi yang oleh Isnur dikategorikan sebagai teror.

Ia menyatakan bahwa serangan terhadap para pemengaruh ini merupakan penghinaan terhadap nilai gotong royong serta upaya pemulihan pasca-bencana.

”Respons buruk dan nirempatik terus didengungkan oleh para pejabat dan penyelenggara negara, mulai dari upaya untuk mengintimidasi media dalam melakukan pewartaan yang positif, serangan dari para pendengung yang tentu mengaburkan fakta dan kondisi sesungguhnya hingga teror dan intimidasi kepada warga negara,” ungkapnya.

Menghadapi situasi ini, Isnur bersama Koalisi Masyarakat Sipil kembali menggalang inisiatif warga jaga warga untuk saling memberikan perlindungan.

Koalisi tidak akan mengandalkan tuntutan formal karena dianggap kurang efektif dalam kondisi saat ini.

”Kami justru mengajak kepada masyarakat luas untuk terus bersama saling menjaga setiap orang yang hari ini meluapkan ekspresi dan pendapatnya atas buruknya kualitas penyelenggara negara Indonesia. Solidaritas antar warga dalam situasi krisis adalah bukti paling nyata dan menohok untuk menyampaikan bahwa tidak ada yang bisa diharapkan dari pemerintahan ini,” tutup Isnur.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved