Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Iran Lumpuhkan Internet Nasional, Demonstrasi Membara dan Ekonomi Rontok di Negeri yang Gelap dan Marah

 

Repelita Jakarta - Iran kembali dilanda gelombang demonstrasi besar yang meluas ke berbagai kota dan berubah menjadi krisis nasional setelah pemerintah memutus akses internet secara hampir total selama hampir dua pekan.

Jutaan warga terisolasi dari dunia luar tidak hanya kehilangan akses informasi tetapi juga mata pencaharian yang bergantung pada platform digital dan komunikasi global.

Pemadaman internet nasional yang dimulai pada delapan Januari dua ribu dua puluh enam menjadi salah satu yang terlama dan paling menyeluruh dalam sejarah Republik Islam Iran.

Konektivitas hanya dipulihkan secara terbatas untuk situs-situs domestik sementara Google mulai berfungsi sebagian dengan hasil pencarian yang masih sangat terbatas seperti dilaporkan Asharq al Awsat.

Pemerintah belum memberikan kepastian kapan akses internet akan dipulihkan sepenuhnya sehingga memicu kecemasan luas terutama di kalangan pelaku usaha kecil dan menengah.

Seorang pemilik toko hewan peliharaan di Teheran mengaku omzet bisnisnya merosot hingga sembilan puluh persen karena ketergantungan pada Instagram dan Telegram yang kini tidak bisa diakses.

Ia menjelaskan bahwa platform domestik yang ditawarkan pemerintah tidak digunakan pelanggan sehingga usaha kecil seperti miliknya lumpuh total.

Pemadaman internet menjadi pukulan tambahan bagi perekonomian Iran yang sudah tertekan akibat pelemahan nilai tukar rial yang mencapai satu koma empat juta rial per dolar Amerika Serikat.

Sepuluh tahun lalu nilai tukar masih sekitar tiga puluh dua ribu rial dan sebelum Revolusi sembilan belas tujuh puluh sembilan hanya tujuh puluh rial per dolar sehingga inflasi melonjak tajam terutama pada harga pangan dan kebutuhan pokok.

Kenaikan harga bensin pada Desember lalu semakin memicu kemarahan publik yang berujung pada protes nasional.

Wakil Menteri Komunikasi Ehsan Chitsaz memperkirakan kerugian ekonomi akibat pemadaman internet mencapai antara dua koma delapan hingga empat koma tiga juta dolar Amerika Serikat per hari.

Namun lembaga pemantau NetBlocks memperkirakan kerugian riil jauh lebih besar mencapai lebih dari tiga puluh tujuh juta dolar Amerika Serikat per hari berdasarkan indikator Bank Dunia dan Uni Telekomunikasi Internasional.

Pada tahun dua ribu dua puluh satu bisnis Iran menghasilkan hingga delapan ratus tiga puluh tiga juta dolar Amerika Serikat per tahun dari media sosial sementara gangguan internet selama protes Mahsa Amini tahun dua ribu dua puluh dua merugikan ekonomi hingga satu koma enam miliar dolar Amerika Serikat.

Akademisi Universitas Melbourne Dara Conduit menilai pemadaman internet membawa konsekuensi ekonomi dan politik yang sangat luas serta berisiko meningkatkan ketegangan sosial dan memicu mobilisasi anti-rezim baru.

Pada protes dua ribu dua puluh dua lebih dari lima ratus orang tewas dan dua puluh dua ribu orang ditahan dalam operasi penertiban sehingga pola serupa kini terlihat kembali.

Jaksa mulai menargetkan bisnis yang dianggap mendukung demonstrasi dengan pengajuan penyitaan aset terhadap enam puluh kafe di Teheran dan Shiraz yang dituduh terlibat dalam aksi protes.

Sejumlah kafe telah ditutup sementara kemarahan publik terlihat bahkan di kolom komentar media semi-resmi seperti Fars yang menyatakan jangan biarkan pemadaman internet menjadi kebiasaan karena menghancurkan kehidupan bisnis.

Di Teheran toko dan restoran tetap buka namun nyaris tanpa pelanggan karena warga memprioritaskan kebutuhan paling dasar sehingga aktivitas belanja menurun drastis.

Seorang pemilik toko penjahit kelas atas mengaku orang-orang lewat tanpa minat belanja sehingga tetap membayar listrik dan gaji tanpa pemasukan sama sekali.

Di Shiraz seorang pemilik toko bunga bernama Gholamreza Zareh dilaporkan tewas ditembak pasukan keamanan setelah memberikan perlindungan kepada demonstran dan ditembak di leher saat membuka pintu tokonya.

Mona Bolouri warga Iran-Kanada berusia empat puluh tahun menyaksikan langsung demonstrasi besar di Mashhad sebelum kembali ke Kanada dan meyakini Republik Islam akan runtuh karena skala serta persatuan massa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Ia menyatakan kerumunan sangat besar dengan slogan menentang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei serta menyerukan kembalinya Reza Pahlavi di Vekilabad Boulevard Mashhad yang merupakan jalan utama di kota basis konservatif dekat kekuasaan Khamenei.

Sebagai Pemimpin Tertinggi sejak tahun sembilan belas delapan puluh sembilan Ali Khamenei memegang otoritas tertinggi melampaui presiden dan parlemen dengan kendali atas angkatan bersenjata lembaga peradilan media negara serta pengaruh langsung atas Garda Revolusi Islam.

Struktur kekuasaan ini membuat oposisi bukan hanya menentang pemerintah melainkan sistem ideologis negara secara keseluruhan.

Dalam beberapa tahun terakhir otoritas simbolik dan moral Khamenei terus terkikis akibat krisis ekonomi inflasi pembatasan kebebasan sipil serta represi berdarah yang menggerus legitimasi rezim di mata generasi muda.

Seruan terbuka menentang Khamenei yang dulu tabu kini menggema di jalanan menandai pergeseran psikologis penting dari ketakutan menuju perlawanan terbuka di politik Iran.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved