Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Iran Hantam 17 Fasilitas Militer dan Diplomatik AS di Timur Tengah dalam Serangan Balasan

Repelita Jakarta - Peta militer di kawasan Timur Tengah mengalami pergeseran signifikan setelah rangkaian serangan balasan yang dilancarkan Iran berhasil menghantam sedikitnya 17 fasilitas milik Amerika Serikat yang tersebar di sejumlah negara.

Serangan yang dilakukan dengan memanfaatkan drone dan rudal tersebut menandai eskalasi serius sejak operasi militer gabungan Washington dan Israel dilancarkan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 lalu.

Analisis yang dilaporkan oleh media Amerika Serikat The New York Times dan kemudian dikutip oleh Anadolu Agency menunjukkan bahwa target serangan Iran tidak hanya terbatas pada pangkalan militer semata.

Beberapa fasilitas diplomatik dan sistem pertahanan strategis Amerika juga ikut terdampak dalam gelombang serangan yang dilancarkan sebagai balasan atas agresi sebelumnya.

Dari total 17 lokasi yang mengalami kerusakan akibat serangan tersebut, sebanyak sebelas di antaranya merupakan pangkalan militer atau instalasi pertahanan yang dijaga ketat.

Jumlah tersebut mencerminkan hampir separuh dari seluruh fasilitas militer Amerika yang selama ini tersebar di berbagai kawasan Timur Tengah sebagai bentuk dominasi militer.

Salah satu kerusakan paling mahal secara finansial terjadi pada sistem pertahanan udara Amerika yang ditempatkan di wilayah Qatar sebagai negara sekutu utama.

Citra satelit yang dianalisis oleh sejumlah ahli menunjukkan kerusakan parah pada radar peringatan dini senilai sekitar 1,1 miliar dolar Amerika Serikat di wilayah Umm Dahal.

Radar tersebut merupakan bagian integral dari sistem pertahanan udara berjangkauan luas yang mampu memantau berbagai ancaman hingga radius sekitar 4.800 kilometer.

Serangan Iran juga disebut berhasil menyasar komponen penting dari sistem Terminal High Altitude Area Defense yang merupakan salah satu perangkat utama dalam jaringan pertahanan rudal Amerika.

Kerusakan signifikan juga terjadi pada markas besar United States Fifth Fleet yang bermarkas di Bahrain, yang menjadi target serangan pada hari pertama eskalasi konflik 28 Februari lalu.

Penilaian awal yang dilakukan oleh Pentagon memperkirakan kerusakan fasilitas tersebut mencapai sekitar 200 juta dolar Amerika Serikat akibat hantaman rudal.

Tidak hanya instalasi militer, beberapa fasilitas diplomatik Amerika juga ikut terdampak dalam serangan balasan yang dilancarkan oleh Tehran.

Konsulat Amerika yang berada di Dubai dilaporkan terpaksa ditutup sementara sementara kedutaan besar di Kuwait City dan Riyadh turut mengalami gangguan operasional akibat situasi keamanan yang memburuk drastis.

Meski demikian hingga laporan terbaru belum ada informasi resmi mengenai korban jiwa akibat serangan-serangan yang dilancarkan tersebut.

Pejabat Amerika yang berbicara kepada media dengan syarat anonim menilai rangkaian serangan itu menunjukkan kesiapan militer Iran yang ternyata jauh lebih tinggi dari perkiraan awal pemerintahan Presiden Donald Trump.

Konflik di kawasan Timur Tengah sendiri terus memanas sejak operasi militer gabungan Amerika dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu yang menewaskan lebih dari 1.300 orang.

Korban tewas tersebut termasuk pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei serta sejumlah anggota keluarganya yang berada di lokasi yang sama saat pemboman kompleks di pusat Teheran.

Di sisi lain kampanye balasan Iran juga menimbulkan kerugian signifikan bagi Amerika dengan sekitar 140 personel militer Amerika dilaporkan mengalami luka-luka sejak serangan balasan dimulai.

Sedikitnya delapan personel militer Amerika dilaporkan tewas dalam rentetan serangan yang dilancarkan oleh Iran sebagai balasan atas agresi sebelumnya.

Di tengah meningkatnya intensitas serangan, kawasan Timur Tengah kini kembali berada di ambang konflik yang jauh lebih luas dan berpotensi melibatkan banyak pihak.

Rentetan drone dan rudal yang melintas di langit kawasan itu menjadi pengingat bahwa perang modern tidak lagi hanya berlangsung di garis depan pertempuran.

Konflik kini menyebar ke berbagai target mulai dari pangkalan militer, sistem pertahanan strategis, hingga kantor diplomatik yang selama ini dianggap sebagai wilayah netral.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved