Repelita Jakarta - Konflik Iran-Israel memasuki fase baru yang lebih menegangkan setelah Teheran melancarkan serangan presisi yang tidak hanya menghancurkan infrastruktur militer tetapi juga menargetkan langsung petinggi Zionis.
Seorang komandan tinggi Angkatan Laut Israel Aluf David Salami dilaporkan tewas dalam serangan terbaru yang dilakukan Iran.
Informasi tersebut pertama kali muncul dari sumber militer di kawasan dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform.
Meskipun militer Israel belum mengeluarkan konfirmasi resmi sumber dekat dengan IRGC menyatakan operasi tersebut berhasil mencapai sasaran utama.
Serangan ini menjadi bagian dari gelombang Operasi Janji Sejati empat sebagai respons balasan atas agresi gabungan AS-Israel sejak dua puluh delapan Februari dua ribu dua puluh enam.
Agresi tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei beserta sejumlah komandan senior IRGC.
Sebelumnya Israel melalui IDF mengklaim telah menewaskan beberapa petinggi militer Iran termasuk Ali Shamkhani Mohammad Pakpour serta Aziz Nasirzadeh.
IDF juga menyatakan telah membunuh Kepala Staf Iran Letnan Jenderal Abdoorahim Mousavi bersama puluhan komandan lainnya dalam serangan bersejarah.
Media Israel dan Barat ramai memberitakan kematian Sayyid Ali Khamenei meskipun Teheran membantah keras dan menegaskan pemimpin mereka selamat.
Kematian Aluf David Salami kini menjadi balasan setimpal atas tewasnya para komandan Teheran dalam serangan awal.
Teheran menunjukkan kemampuan intelijen yang tinggi untuk melacak dan menargetkan petinggi militer Zionis di mana pun berada.
Seorang pejabat tinggi IRGC menyatakan operasi ini sebagai pesan jelas bahwa tidak ada seorang pun yang aman dari keadilan pejuang perlawanan.
Tewasnya komandan tinggi Angkatan Laut Israel menjadi pukulan telak bagi moral militer Zionis yang selama ini mengklaim keamanan mutlak.
Keberhasilan Iran menembus pertahanan tersebut membuktikan klaim superioritas militer Israel hanyalah mitos belaka.
Insiden ini memicu kekhawatiran akan semakin meluasnya perang dengan kedua pihak saling memburu petinggi militer lawan.
Di media sosial kabar tersebut menjadi viral dengan beragam respons dari dukungan hingga kekhawatiran atas krisis yang semakin dalam.
Di Iran masyarakat turun ke jalan merayakan kemenangan baru sementara di Israel pemerintah mengimbau warga tetap tenang dan waspada.
Perang Iran-Israel kini benar-benar memasuki babak baru yang lebih berbahaya dengan eskalasi di berbagai front.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

