Repelita Jakarta - Serangan rudal mendadak dari Korps Garda Revolusi Islam Iran menghantam tepat di tengah kerumunan aparat kepolisian serta personel media Israel di Tel Aviv sehingga menciptakan momen mencekam yang terekam dalam video siaran langsung yang kemudian viral di berbagai platform.
Momen tersebut terjadi pada Kamis malam hingga Jumat pagi enam Maret dua ribu dua puluh enam ketika wartawan AFP di Tel Aviv mendengar dua gelombang ledakan hampir bersamaan yang menggema di seluruh kota.
Jejak roket juga terlihat menerangi langit di Netanya sebuah kota di utara Tel Aviv di pantai Mediterania Israel sehingga menambah intensitas kepanikan warga sipil.
Stasiun televisi pemerintah Iran menyatakan bahwa Teheran telah meluncurkan rudal ke sasaran strategis di jantung Tel Aviv setelah militer Israel mengonfirmasi upaya pencegatan terhadap tembakan yang datang.
Seorang wartawan AFP melaporkan mendengar suara sirene serta ledakan keras ketika proyektil menghantam sebuah bangunan di pinggiran Tel Aviv sehingga memaksa warga segera mengungsi ke tempat perlindungan.
Di lokasi perumahan lain petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api yang dipicu oleh puing-puing yang berjatuhan akibat dampak serangan tersebut.
Serangan kali ini secara spesifik menargetkan kerumunan polisi Israel serta personel media yang sedang bertugas meskipun hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai jumlah korban di lokasi kejadian.
Layanan darurat Israel Magen David Adom menyatakan bahwa tim mereka telah mendatangi beberapa lokasi yang terdampak dan melaporkan tidak adanya korban jiwa meskipun kerusakan material terjadi di sejumlah titik.
Polisi Israel mengonfirmasi bahwa mereka sedang menangani lokasi kejadian yang melibatkan rudal yang jatuh di wilayah tengah Israel sehingga berdampak pada kerusakan infrastruktur meskipun belum diketahui secara pasti terkait korban jiwa maupun luka-luka.
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang terus berlangsung pasca serangan gabungan Amerika Serikat serta Israel pada tanggal dua puluh delapan Februari dua ribu dua puluh enam yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
Sejak saat itu Iran melancarkan operasi militer besar-besaran yang diberi nama Operasi Janji Sejati empat dengan menargetkan berbagai lokasi strategis di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Data terbaru menunjukkan bahwa konflik ini telah menewaskan ratusan orang di kedua belah pihak di mana di Iran sedikitnya sembilan ratus dua puluh enam orang tewas akibat serangan Amerika Serikat serta Israel termasuk seratus delapan puluh anak di bawah usia delapan belas tahun.
Sementara di Israel serangan rudal Iran serta roket Hizbullah telah menewaskan puluhan orang termasuk sembilan warga sipil di Beit Shemesh.
Pasca serangan Komando Front Dalam Negeri Israel mengeluarkan beberapa peringatan tembakan roket untuk komunitas di dekat perbatasan Lebanon sehingga sekolah-sekolah di zona merah kembali diliburkan dan warga diminta selalu siap menuju tempat perlindungan.
Di Tel Aviv puing-puing bangunan serta kawah bekas ledakan menjadi saksi bisu keganasan serangan rudal Iran yang menargetkan kerumunan polisi serta personel media sehingga menambah daftar panjang eskalasi berbahaya dalam konflik ini.
Meskipun belum ada korban jiwa yang dilaporkan pesan yang ingin disampaikan Teheran sangat jelas bahwa tidak ada tempat yang aman bahkan di jantung kota Tel Aviv sekalipun.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

