Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Rizal Fadillah: Investigasi Ijazah Jokowi Terus Berlanjut, On Going to Pasar Pramuka

 Visual latar tema diskusi

Repelita Jakarta - Pemerhati politik dan kebangsaan M Rizal Fadillah kembali melontarkan analisis tajam terkait perkembangan kasus ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo dengan menyebut adanya on going proses investigasi yang kini mengarah ke Pasar Pramuka sebagai lokasi yang diduga kuat terkait pemalsuan dokumen.

Dalam tulisannya yang beredar luas di kalangan warganet, Rizal mengawali dengan sindiran bahwa seolah ada rudal Iran yang nyasar ke Indonesia sebagai negara yang bersekutu dengan Amerika dan Israel di Board of Peace namun meleset dari target utama Istana Kepresidenan.

Rudal tersebut disebut melenceng ke urusan ijazah palsu Jokowi dan mengenai seorang peneliti yang berkualifikasi ahli digital forensik bernama Rismon Sianipar yang selama ini mengguncang jagat digital.

Rismon sebelumnya meyakini bahwa 11 ribu trilyun persen ijazah UGM Jokowi itu palsu, namun kini dalam status sebagai salah satu tersangka telah mengguncang kembali jagat media informasi dengan dua pemberitaan terbaru.

Pertama berita bahwa Rismon telah mengajukan restorative justice kepada penyidik Polda Metro Jaya, dan kedua video pernyataan pribadi yang menyatakan tidak bisa tidur atas temuan baru penelitiannya dari dokumen ijazah Jokowi.

Dari delapan tersangka kasus laporan Jokowi dan pendukungnya soal penghinaan, fitnah, dan penghasutan, sudah dua orang yang telah menikmati hasil restorative justice berupa Surat Perintah Penghentian Penyidikan.

Keduanya yakni Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis yang kini bebas dan lepas dari status tersangka, dan Rizal menilai hal ini mungkin pula yang diharapkan oleh Rismon Hasiholan Sianipar saat ini.

Dalam video klarifikasi yang beredar, Rismon menyatakan mengoreksi apa yang ada pada 400 halaman tulisannya di buku Jokowi's White Paper berdasarkan variabel geometri translasi, rotasi, dan pencahayaan yang digunakan sehingga otentisitas menjadi teruji.

Keberadaan watermark, emboss, lintasan stempel dan lainnya disebut berbeda dengan kesimpulan penelitian sebelumnya, dan Rismon meminta maaf telah melukai hati keluarga Jokowi.

Ia menyatakan bahwa penelitian obyektif senantiasa bersifat progresif dan on going, namun Rizal menilai sesungguhnya terlalu dini klarifikasi itu pada konklusi otentik ijazah Jokowi.

Menurut Rizal, karena Rismon sendiri menyatakan penelitiannya progresif dan on going yang berarti sedang berjalan dan berkembang, maka sesungguhnya belum tuntas dan masih menyisakan banyak pertanyaan.

Hal ini disebabkan sidang gugatan keterbukaan informasi KIP yang diajukan Bonatua Silalahi ternyata dimenangkan, begitu juga dengan gugatan Bonjowi Dr Leoni, Lukas dan lainnya juga sukses dimenangkan.

Sementara gugatan citizen law suit yang diajukan di Solo masih terus berlangsung, sehingga perjuangan gigih pembuktian perkuliahan dan keaslian ijazah Jokowi disebut menemukan titik-titik terang.

Rizal menegaskan bahwa fenomena Pasar Pramuka juga merupakan temuan progresif dan on going yang justru dapat menjadi penentu dalam kasus ini.

Analisa penelitian meski diklaim obyektif tetap saja mengandung unsur subyektivitas, dan Rismon bukan satu-satunya peneliti serta bukan segalanya karena ilmu pengetahuan itu terbatas.

Soal emboss dan watermarks yang diakui Rismon belum menjawab persoalan usia kertas, usia tinta dan berbagai aspek forensik lainnya yang seharusnya diteliti secara komprehensif.

Kepolisian juga belum berani mengumumkan hasil detail uji forensik yang dilakukan, sementara publik masih yakin bahwa ijazah Jokowi palsu berdasarkan berbagai bukti yang muncul ke permukaan.

Rizal menyebut ada orang-orang penting yang dapat memberi keterangan awal kepada kepolisian soal pabrik pemalsuan di Pasar Pramuka terkait ijazah Joko Widodo seperti Beathor Suryadi, Sri Rajasa, dan Rustam Effendi.

Untuk obyek keterangan keterkaitan, disebut pula nama-nama seperti Paiman, Andi Widjojanto, Eko Sulistyo, Prasetyo Eddy Marsudi, Anggit, David, Danny Iskandar, Indra, Juri Ardianto, Yulianto, dan Syarif.

Menteri Pratikno juga disebut wajib untuk diminta keterangan terkait kasus yang telah bergulir lama dan menyedot perhatian publik ini.

Meski kebakaran yang terjadi Desember 2024 boleh menghanguskan berkas-berkas di Pasar Pramuka, namun pasar yang sekelas bisa membuat visa Amerika saja lolos dan tidak terdeteksi.

Tempat itu masih mampu meninggalkan cerita tentang pembuktian bahwa ada dokumen orang penting yang pernah dibuat di sana, bukan di universitas ternama seperti yang selama ini diklaim.

Rizal mengutip pernyataan Rismon bahwa penelitian ilmiah itu progresif dan on going, namun menyayangkan karena Rismon justru selesai dan menangisi diri dengan tragis.

Don't worry be happy, investigasi masih lanjut progresif dan on going menuju Pasar Pramuka, dan nampaknya akan banyak cerita dari sana yang terungkap ke publik, demikian tulis Rizal mengakhiri analisisnya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved