:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/20260309-Kolase-foto-Ahli-Digital-Rismon-Sianipar-dan-Ketua-Jokowi-Mania-Andi-Azwan.jpg)
Repelita Jakarta - Ketua Jokowi Mania Nusantara Andi Azwan buka suara terkait langkah mengejutkan Rismon Hasiholan Sianipar yang mengajukan permohonan Restorative Justice ke Polda Metro Jaya setelah sebelumnya gencar mempersoalkan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Dikatakan Andi Azwan, pengajuan RJ oleh Rismon yang dikenal sebagai salah satu pihak paling vokal dalam isu tersebut cukup mengagetkan publik dan memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
"Terkait RJ Rismon Hasiholan Sianipar itu cukup mengagetkan kepada publik yah. Selama ini kan Rismon ini garis terdepan dari tiroris, kemudian meminta RJ setelah kita melihat laporan dari kami," ujarnya pada Kamis 12 Maret 2026.
Andi Azwan juga menyinggung laporan yang mereka ajukan terkait dugaan keaslian ijazah Rismon sendiri, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan S2 dan S3 di Jepang yang menjadi sorotan.
"Yaitu dugaan ijazah palsunya S2 dan S3 itu yang di Yamaguchi," tukasnya menegaskan.
Ia bahkan menyebut dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke Jepang untuk memverifikasi dokumen yang selama ini ditampilkan Rismon.
"Dalam minggu ini beberapa teman kita akan ke Yamaguchi, ke Jepang, untuk melihat dokumen-dokumen S2 dan S3 Rismon," ucapnya.
Lanjut dia, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keabsahan dokumen akademik yang selama ini menjadi dasar kredibilitas Rismon sebagai pakar digital forensik.
"Kalaupun kita mendapatkan pernyataan dari Universitas Yamaguchi melalui email bahwasanya ijazah yang diperlihatkan Rismon dalam Youtubenya itu tidak ada. Tidak ada record dan tidak mengenal ijazah yang ditampilkan Rismon tersebut," tambahnya.
Dalam pandangan Andi Azwan, permohonan RJ yang diajukan Rismon dapat dimaknai sebagai bentuk pengakuan bahwa penelitian terkait ijazah Presiden Jokowi sebelumnya memiliki kekeliruan metodologis.
"Artinya ada suatu pengakuan dari Rismon bahwasanya dia telah melakukan kesalahan besar untuk meneliti ijazah pak Jokowi, ternyata dia menemukan bahwa metode yang digunakan salah, apapun itu," imbuhnya.
Andi Azwan juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat bertemu langsung dengan Presiden Jokowi di Solo untuk mendiskusikan perkembangan kasus tersebut.
"Yang jelas dalam hal ini pak Jokowi adalah sosok negarawan dan juga adalah seorang pemaaf. Jumat kemarin saya bertemu beliau, sekitar 35 menit berdiskusi dengan pak Jokowi di Solo. Khususnya tentang RJ yang diminta Rismon," lanjutnya.
Dalam pertemuan itu ia mengaku memberikan sejumlah masukan terkait permohonan RJ yang diajukan oleh tersangka, termasuk syarat permintaan maaf secara terbuka.
"Apa telah mereka lakukan selama ini dan membuat dua buku adalah kesalahan yang sangat besar. Dan saya berharap buku itu ditarik dari pasaran," timpalnya.
Kata Andi Azwan, salah satu syarat yang sebaiknya dipenuhi adalah permintaan maaf secara terbuka serta penegasan bahwa ijazah Presiden Jokowi asli.
"Melihat hal ini saya katakan kemungkinan besar akan diterima kalau permintaan beberapa poin kepada Rismon, salah satunya permintaan maaf secara terbuka ke publik dan mengatakan ijazah pak Jokowi asli," tandasnya.
Andi Azwan menegaskan bahwa pada akhirnya keputusan terkait RJ tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden Jokowi sebagai pihak yang dilaporkan.
"Kita memang memberikan semua keputusan kepada pak Jokowi. Kita mengikuti kalau itu yang terbaik. Jadi intinya apapun nanti yang diputuskan pak Jokowi, maka kita mengikuti," kuncinya.
Sebelumnya pakar telematika Roy Suryo menegaskan bahwa pernyataan Rismon terkait pengakuan keaslian ijazah Jokowi sepenuhnya merupakan sikap pribadi dan tidak mewakili penulis lain dalam buku tersebut.
"Statemen RHS (Rismon Hasiholan Sianipar) adalah memang hanya statemen pribadi saudara RHS sendiri. Tidak perlu disangkut pautkan dengan kami (khususnya saya, Roy Suryo) selaku sesama penulis JWP," ujarnya pada Kamis 12 Maret 2026.
Roy juga menanggapi langkah Rismon yang menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi dengan menegaskan bahwa itu merupakan keputusan pribadi yang tidak mengikat pihak lain.
"InshaaAllah kami tetap amanah untuk meneruskan semua yang sudah dilakukan selama ini secara ilmiah, bertanggungjawab dan tidak bergeser 0,1 persen pun dari simpulan yang selama ini sudah disampaikan," tandasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

