
Repelita Jakarta - Pakar komunikasi politik sekaligus Guru Besar Universitas Airlangga, Henri Subiakto, memberikan tanggapan atas kontroversi yang melingkupi materi stand up comedy dari komika Pandji Pragiwaksono.
Pertunjukan spesial tersebut baru-baru ini menjadi pusat perhatian karena dianggap menyentuh figur Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pandji Pragiwaksono menjelaskan bahwa acara Mens Rea tidak dirancang untuk menyasar kelompok atau individu spesifik.
Banyak pihak salah menginterpretasikan maksud dari konten yang disampaikan di panggung.
“Orang berpikir Mens Rea itu dibikin untuk nyenggol ini, nyenggol itu,” kata Pandji seperti dikutip pada Selasa (6/1/2026).
Target kritik utama dalam pertunjukan tersebut sebenarnya adalah publik Indonesia secara keseluruhan.
“Yang disenggol oleh Mens Rea, rakyat Indonesia,” tegasnya.
Henri Subiakto menyampaikan pandangannya melalui akun X pribadinya @henrysubiakto.
Ia memuji perkembangan stand up comedy masa kini yang sarat dengan satire berkualitas tinggi.
“Stand up komedi sekarang isinya satire yang makin kritis dan cerdas,” tulisnya pada Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, genre hiburan ini mendorong masyarakat serta pemerintah untuk lebih bijaksana dan matang dalam berpikir.
Para penonton diajak untuk menikmati tawa melalui pemahaman intelektual bukan melalui luapan emosi negatif.
“Rakyat dan pemerintah diasah untuk lebih bijak, dewasa dan juga cerdas. Tertawa dengan kecerdasan bukan kemarahan,” jelasnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

