Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[HEBOH] Materi Mens Rea Pandji Picu Polemik, Nama Raffi Ahmad Terseret Isu Pencucian Uang

 Panji roasting senggol nama Raffi Ahmad

Repelita Jakarta - Segmen dalam pertunjukan stand-up comedy Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono kembali memicu perdebatan setelah materi tentang dugaan pencucian uang disebut mengarah pada artis Raffi Ahmad.

Pandji dalam salah satu bagian membahas kasus korupsi besar yang melibatkan seorang jenderal dengan nilai mencapai ratusan miliar rupiah.

Ia menyatakan bahwa uang hasil korupsi tidak mungkin diam begitu saja tanpa diputar untuk menghindari kecurigaan.

Menurut Pandji, dana tersebut biasanya dipecah dan dialirkan ke berbagai sektor bisnis agar terlihat sah.

Tak lama kemudian, Pandji menyebut nama Raffi Ahmad seolah atas usulan dari penonton di studio.

Materi tersebut langsung mendapat respons dari aktivis Balqis Humaira pada Rabu, 7 Januari 2026.

Balqis menyatakan bahwa Raffi Ahmad tidak pernah terlibat pencucian uang, melainkan membersihkan persepsi publik agar tidak curiga terhadap praktik tersembunyi di tingkat negara.

"Raffi Ahmad itu mungkin gak pernah cuci uang, tapi yang paling jelas dia nyuci perasaan lo biar gak curiga sama adegan gelap negara," ungkapnya.

Pernyataan tersebut kemudian dikritik oleh pengguna Instagram Galih Ramdhan yang membela perjuangan Raffi Ahmad dalam membangun karier.

Galih menjelaskan bahwa kekayaan Raffi diraih melalui kerja keras sejak usia muda tanpa henti.

Komentar Galih mendapat dukungan dari asisten pribadi Raffi Ahmad, Merry, yang telah mendampinginya selama puluhan tahun.

Merry membenarkan narasi tersebut karena menjadi saksi langsung atas proses perjuangan Raffi.

"Betul banget dan aku saksi hidupnya," komentar Merry.

Polemik ini menambah panjang daftar kontroversi seputar Mens Rea yang sering dianggap menyentuh isu sensitif kekuasaan dan ekonomi.

Pandji sendiri sebelumnya menegaskan bahwa tujuan materinya adalah mengajak masyarakat lebih kritis terhadap dinamika demokrasi.

Respons dari berbagai pihak mencerminkan polarisasi opini publik antara yang melihat satire sebagai kritik sah dan yang menganggapnya sebagai tuduhan tidak berdasar.

Kasus ini juga menyoroti bagaimana komedi sering menjadi medium untuk membahas topik berat yang jarang disentuh secara terbuka.

Debat di media sosial terus berlanjut dengan argumen dari kedua belah pihak yang saling mempertahankan pandangan masing-masing.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok.

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved