
Repelita Jakarta - Kader Partai Solidaritas Indonesia Dedy Nur mengomentari maraknya penyebaran gambar editan mantan Presiden Joko Widodo di platform X yang menurutnya telah melampaui batas toleransi namun tidak mendapat tindakan hukum.
Unggahan tersebut diposting pada 8 Januari 2026 melalui akun @DedynurPalakka.
Dedy menyoroti bahwa perlakuan serupa terhadap mantan presiden lain kemungkinan besar tidak akan dibiarkan begitu saja.
Ia menilai kebebasan tersebut hanya terjadi karena objeknya adalah Joko Widodo.
Dedy membandingkan dengan situasi jika gambar editan tersebut menampilkan Megawati Soekarnoputri atau Susilo Bambang Yudhoyono.
Menurutnya, pelaku di balik akun anonim pasti akan langsung menerima surat somasi hukum.
Ia juga menyebut gaya unggahan tersebut meniru konsep pertunjukan stand-up comedy Mens Rea milik Pandji Pragiwaksono yang sedang hangat dibahas.
Dedy menyatakan bahwa akun tersebut beruntung karena menggunakan gambar Joko Widodo sehingga tetap aman dari konsekuensi.
Pernyataan ini disertai pujian bahwa Joko Widodo layak disebut sebagai Bapak Demokrasi Indonesia.
Dedy menekankan bahwa kemampuan Joko Widodo sebagai mantan presiden telah melampaui capaian orang biasa.
Unggahan tersebut memicu berbagai respons dari pengguna platform X.
Kritik Dedy mencerminkan persepsi sebagian pendukung bahwa ada standar ganda dalam penegakan aturan konten di media sosial terhadap figur politik tertentu.
Isu ini menambah perdebatan publik mengenai batas kebebasan berekspresi versus penghormatan terhadap tokoh negara.
Polemik serupa sering muncul di tengah dinamika politik pasca-pemilu yang masih meninggalkan polarisasi.
Dedy Nur dikenal sebagai pendukung setia Joko Widodo dan sering menyuarakan pembelaan terhadap warisan kepemimpinannya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok.

