
Repelita Makassar - Partai Gerakan Rakyat mengukuhkan diri sebagai kendaraan politik yang akan membawa Anies Rasyid Baswedan menuju kontestasi Pemilihan Presiden tahun 2029.
Deklarasi partai ini menekankan prinsip dasar sebagai partai non-oligarki yang tidak bergantung pada pendanaan dari donatur besar atau kelompok tertentu.
Ketua Partai Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Asri Tadda, menyatakan bahwa pondasi partai dibangun dari keyakinan akan dukungan akar rumput yang telah terbentuk sejak masih berstatus organisasi masyarakat.
Jaringan pendukung yang dikenal dengan sebutan Mileanies dinilai sebagai aset politik strategis untuk memperkuat basis elektoral menjelang pilpres mendatang.
"Kami optimis sejak awal, saat masih berstatus Ormas. Itu karena memang basis pemilih kita. Pilpres 2024 itu kita punya basis pendukung yang lumayan signifikan, dua juta lebih di Sulsel. Kalau itu dikonversi secara elektoral, saya kira bisa memberikan dampak yang cukup signifikan untuk Pak Anies Baswedan," ujarnya.
Meskipun menguasai basis massa yang cukup signifikan, Asri mengakui bahwa medan politik di Sulawesi Selatan memiliki karakteristik yang kompleks dan penuh persaingan.
Peta politik di daerah ini diwarnai oleh banyaknya aktor senior dengan jaringan yang telah mengakar kuat selama bertahun-tahun.
Dinamika pertemanan dan persaingan antar politisi di wilayah tersebut seringkali terjadi meskipun mereka berada di bawah bendera partai yang berbeda.
Kejenuhan publik terhadap partai politik konvensional yang dianggap jauh dari aspirasi rakyat menjadi peluang bagi Partai Gerakan Rakyat untuk menawarkan format baru.
"Kami menggambarkan diri sebagai partainya rakyat. Saya kira itu bisa menjadi nilai tawar yang berbeda dibandingkan partai yang sudah ada sebelumnya. Perbedaan yang paling utama itu karena partai kami non-oligarki, tidak punya funding, tidak punya donatur. Yang mendanai ya rakyat yang menginginkan perubahan," jelasnya.
Anies Baswedan diposisikan sebagai tokoh sentral yang menjadi simbol perubahan dan tujuan perjuangan partai dalam lima tahun ke depan.
Konsensus internal partai menetapkan bahwa struktur organisasi harus kuat tidak hanya di tingkat pusat tetapi juga menjangkau daerah-daerah.
Dewan pakar telah dibentuk di setiap wilayah untuk menyusun program pembangunan berjangka dengan target lima, sepuluh, hingga dua puluh lima tahun.
"Itu menjadi patron kerja politik kami di masa-masa mendatang. Sehingga memang benar kami mau tampil sebagai partai alternatif yang pemegang saham terbesarnya rakyat. Kami tidak ingin hadir sebagai parpol yang sama dengan yang lainnya dan itu memang tantangan kami," ungkapnya.
Mekanisme pendanaan partai akan sepenuhnya mengandalkan sumbangan masyarakat kecil dengan sistem pelaporan terbuka yang dapat diakses publik.
Transparansi keuangan menjadi komitmen utama untuk membedakan diri dari partai-partai yang selama ini dianggap tertutup dalam mengelola dana.
"Jadi rakyat bisa memonitor pencapaian-pencapaian yang kami lakukan. Tetapi sekarang kami sedang penyelesaian, pemutakhiran struktur. Karena target terdekat kami itu sebelum Juni 2026 partai ini sudah didaftarkan di Kumham," ungkapnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

