
Repelita Jakarta - Dokter Basuki Rahmat menyatakan akan terus menyuarakan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis selama nama tersebut tetap digunakan.
Ia menilai tidak logis jika sebuah inisiatif yang mengklaim berfokus pada nutrisi justru menyertakan makanan ultra-olahan.
Keberadaan produk semacam itu, meskipun dalam jumlah kecil sekalipun, tidak dapat diterima sama sekali.
Ultra-processed food atau makanan yang telah mengalami pengolahan industri berat mengandung berbagai zat tambahan seperti perasa sintetis, pewarna, bahan pengawet, serta kadar gula, garam, dan lemak yang tinggi sementara nilai nutrisi alami sangat rendah.
Konsep gizi tidak hanya sebatas rasa kenyang semata.
Gizi juga bukan hanya angka-angka yang tercantum pada kemasan produk.
Gizi mencakup keseluruhan proses mulai dari asal bahan makanan, cara pengolahan, hingga bagaimana zat tersebut berinteraksi di dalam tubuh anak.
Jika nama program hanya Makan Gratis tanpa embel-embel bergizi, maka tidak akan ada protes dari dirinya.
Karena makna gratis memang murni tentang pemberian tanpa biaya.
Namun ketika istilah gizi disematkan, maka tuntutan atas keakuratan ilmiah, prinsip etika, serta kewajiban moral secara otomatis melekat padanya.
Anak-anak tidak boleh menjadi objek toleransi atau kompromi dalam hal ini.
Prinsip gizi tidak dapat direduksi menjadi sesuatu yang sederhana tanpa mempertimbangkan implikasi jangka panjang.
Editor: 91224 R-ID Elok.

