
Repelita Jakarta - Pengamat politik Rocky Gerung menyatakan bahwa mantan Presiden Joko Widodo tidak akan dapat hidup dengan tenang selama berbagai kasus yang terkait dengan dirinya belum terbukti melalui proses hukum yang transparan dan adil. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah podcast bersama jurnalis senior Hersubeno Arief yang diunggah melalui kanal YouTube pribadinya pada hari Kamis, 29 Januari 2026.
Rocky menegaskan bahwa kasus-kasus yang melibatkan Joko Widodo beserta para putra dan menantunya masih belum menemui titik penyelesaian yang definitif dalam ranah hukum. Ia menyoroti adanya ketegangan dan kegelisahan politik yang terus berlangsung terkait dengan berbagai tuduhan koruptif yang diarahkan kepada keluarga mantan presiden, termasuk persoalan keabsahan ijazah yang telah berlarut-larut selama bertahun-tahun tanpa pembuktian akademis yang memadai.
Sebagai contoh konkret, Rocky mengamati dinamika yang berkembang dalam kasus dugaan pemalsuan ijazah Joko Widodo. Di satu pihak, terdapat kelompok yang dipimpin oleh Roy Suryo yang semakin gencar melakukan pembuktian secara akademis dengan menggunakan metodologi penelitian yang terstruktur. Ia menilai bahwa proses pembuktian yang dilakukan oleh kelompok tersebut semakin menunjukkan adanya landasan metodologis yang kuat dan sistematis.
Di sisi lain, mantan dosen Filsafat Universitas Indonesia tersebut mengkritik respons yang diberikan oleh kubu Joko Widodo yang justru mengandalkan dukungan dari kelompok buzzer di media sosial tanpa disertai argumentasi substantif yang jelas. Rocky menyatakan bahwa para pendukung mantan presiden hanya mampu menyatakan keyakinan subjektif mengenai keaslian ijazah tanpa menyajikan bukti-bukti kontra yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.
Rocky juga menyoroti langkah hukum yang diambil oleh Joko Widodo dengan melaporkan Roy Suryo dan kawan-kawan ke pihak berwajib, yang menurutnya justru menunjukkan ketidakmampuan untuk menghadapi kritik dan pembuktian secara terbuka. Ia menilai bahwa pendekatan hukum semacam ini tidak akan menyelesaikan akar persoalan, melainkan justru dapat memperpanjang ketidakpastian dan kegelisaban politik yang menyelimuti mantan presiden dan keluarganya.
Analisis Rocky Gerung ini menyoroti pentingnya penyelesaian kasus-kasus hukum secara tuntas dan transparan bagi para pemimpin publik, terutama mereka yang telah menjabat di posisi tertinggi negara. Menurutnya, ketidakjelasan status hukum dapat menciptakan beban psikologis dan politik yang terus-menerus, sekaligus mengganggu proses rekonsiliasi dan pembelajaran kolektif bangsa dalam membangun sistem hukum yang berintegritas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

