Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Ahok Dorong JPU Periksa Jokowi hingga Erick Thohir di Sidang Korupsi Pertamina

 

Repelita Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina periode 2019-2024 Basuki Tjahaja Purnama memberikan kesaksian secara terbuka dalam sidang lanjutan dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang. Sidang yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Selasa 27 Januari 2026 tersebut menghadirkan mantan Gubernur DKI Jakarta sebagai saksi penting dalam proses peradilan. Ahok menegaskan bahwa selama masa jabatannya, tidak pernah ada laporan temuan Badan Pemeriksa Keuangan yang disampaikan kepada dewan komisaris termasuk temuan terkait sewa kapal yang menjadi pokok perkara.

Di hadapan majelis hakim, Ahok menyatakan bahwa dewan komisaris tidak pernah menerima laporan audit BPK mengenai berbagai temuan selama periode kepemimpinannya. Pernyataan ini menjadi penting mengingat kasus sewa kapal merupakan salah satu elemen kunci dalam persidangan korupsi yang sedang berlangsung. Mantan Komisaris Utama Pertamina tersebut tidak hanya menjawab pertanyaan seputar pokok perkara tetapi juga memberikan pandangan mengenai lingkup pengusutan yang seharusnya dilakukan.

Ahok mendorong jaksa penuntut umum untuk berani naik ke level pemeriksaan yang lebih tinggi jika ingin mengungkap kasus ini secara menyeluruh dan komprehensif. Menurutnya, pengusutan tidak boleh berhenti hanya pada aspek teknis operasional semata melainkan harus menjangkau level kebijakan yang lebih strategis. Dia bahkan menyebutkan bahwa jika memang ingin membongkar perkara ini secara tuntas, maka pemeriksaan seharusnya juga menyentuh mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir hingga mantan Presiden Joko Widodo.

Pernyataan Ahok tersebut dinilai memiliki dimensi politik yang sangat menarik oleh pengamat politik Adi Prayitno. Menurut analisisnya, relasi politik antara Ahok dan Joko Widodo justru menjadi sorotan tersendiri di tengah persidangan kasus korupsi ini. Dinamika hubungan kedua tokoh politik tersebut mencerminkan realitas politik Indonesia yang kerap mengalami perubahan dan perkembangan yang tidak terduga.

"Bagaimana sebenarnya hubungan politik antara Jokowi dengan Pak Ahok ini menurut saya jauh lebih menarik. Kenapa Ahok yang dulu cukup baik berteman dan bahkan menjadi bagian satu perjuangan dalam sebuah kemenangan politik justru kini menyampaikan secara terbuka terkait pemeriksaan-pemeriksaan di persidangan?" ujar Adi Prayitno melalui kanal YouTube miliknya pada Kamis 29 Januari 2026. Pertanyaan ini mengungkap keheranan banyak pihak terhadap perubahan dinamika hubungan antara kedua tokoh yang sebelumnya dikenal dekat.

Adi Prayitno menilai bahwa dinamika tersebut mencerminkan realitas politik Indonesia di mana hubungan yang dulu erat tidak selalu menjamin kebersamaan akan berlangsung secara langgeng. Pernyataan Ahok yang menyebut perlu memeriksa mantan presiden dan menteri dinilai memiliki muatan politik yang signifikan. Situasi ini menunjukkan kompleksitas hubungan politik yang bisa berubah seiring waktu dan perkembangan kepentingan masing-masing pihak.

"Hubungan di politik kita memang turun naik. Di dalam memberikan kesaksian Ahok mengatakan kalau perlu periksa tuh presiden, periksa tuh BUMN. Ini menarik secara politik karena kita juga tahu bahwa di negara kita tidak pernah ada jaminan apapun hubungan politik seseorang dengan yang lainnya itu langgeng," jelas Adi Prayitno. Pernyataan ini menggarisbawahi ketidakpastian dalam hubungan politik yang seringkali dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk kepentingan dan situasi yang berkembang.

Pengamat politik tersebut juga mengingatkan bahwa publik masih menyimpan memori mengenai sikap Ahok menjelang Pemilihan Presiden 2024. Saat itu, mantan Gubernur DKI Jakarta melontarkan kritik keras terhadap berbagai kebijakan yang diambil oleh Presiden Joko Widodo. Situasi tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua tokoh tersebut sudah mengalami pergeseran yang serius dan mendasar dari sebelumnya.

"Setelah pecah kongsi, publik melihat dua figur ini rasanya agak sulit untuk dipertemukan dalam satu chemistry yang sama," pungkas Adi Prayitno. Analisis ini menggambarkan perubahan signifikan dalam hubungan politik antara dua tokoh yang sebelumnya dikenal memiliki kedekatan dan kesamaan visi dalam perjuangan politik. Perkembangan terbaru dalam persidangan korupsi Pertamina semakin memperjelas jarak yang terbentuk antara keduanya.

Sidang lanjutan kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang ini terus diikuti oleh masyarakat karena melibatkan berbagai nama besar di dunia politik dan bisnis Indonesia. Kesaksian Ahok diharapkan dapat memberikan pencerahan mengenai mekanisme pengelolaan perusahaan pelat merah tersebut selama periode tertentu. Proses hukum diharapkan berjalan secara transparan dan independen untuk mengungkap kebenaran seutuhnya tanpa terpengaruh oleh kepentingan politik apapun.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved