Repelita Jakarta - Aktivis Ahmad Khozinudin menyampaikan pandangan mendalam mengenai dinamika perjuangan setelah kunjungan tersangka kasus pencemaran nama baik ke kediaman mantan Presiden Joko Widodo pada 9 Januari 2026.
Setiap gerakan perjuangan historis selalu diwarnai kehadiran pengkhianat di dalamnya.
Penting untuk tetap berkonsentrasi pada tujuan utama serta mengabdikan diri sepenuhnya kepada kepentingan rakyat.
Niatkan segala ikhtiar hanya untuk mencari ridha Ilahi tanpa pamrih duniawi.
Ketika Tuhan menutup aib seseorang dan teman-temannya turut serta menjaga rahasia itu, maka dua keberkahan besar sedang diraih.
Keberkahan pertama dari perlindungan langsung Yang Maha Kuasa.
Keberkahan kedua dari solidaritas sahabat yang memilih diam demi menjaga kehormatan.
Sebaliknya, jika seseorang yang aibnya ditutupi justru membukanya sendiri secara terbuka, maka muncul dua keberuntungan lain.
Keberuntungan bebas dari dampak negatif orang tersebut serta petunjuk jelas dari Allah mengenai siapa pejuang sejati dan siapa pengkhianat.
Pengkhianat dalam barisan perjuangan ibarat muatan berat yang hanya menambah beban tanpa manfaat.
Keberangkatannya justru meringankan perjalanan sehingga tujuan dapat dicapai lebih cepat.
Kunjungan aktivis kontra isu ijazah palsu ke rumah Jokowi menjadi perbincangan hangat hari ini.
Peristiwa tersebut sebenarnya merupakan bagian dari dinamika kehidupan biasa.
Tidak perlu dianggap sebagai hal luar biasa karena dalam setiap kelompok selalu ada yang konsisten dan yang berubah arah.
Ada yang teguh prinsip ada yang goyah, ada pemberani ada penakut, ada pejuang ada pecundang.
Semua itu hendaknya menjadi bahan renungan dan introspeksi diri.
Perjuangan harus diluruskan niatnya semata karena Allah serta pengabdian tulus kepada rakyat.
Jauhi motif mencari keuntungan materi seperti pujian, harta, jabatan, atau gelar pahlawan.
Tetap sampaikan kebenaran dan koreksi segala kebatilan tanpa terganggu hiruk-pikuk sekitar.
Kita pada hakikatnya berjuang sendirian untuk menghadap Tuhan kelak dengan amal perbuatan masing-masing.
Argumentasi para pengkhianat tidak perlu dihiraukan karena selalu dibungkus narasi pembelaan diri.
Yang terpenting adalah persiapan hujah kuat di hadapan Yang Maha Adil nanti.
Abaikan mereka yang menyeberang atau meninggalkan barisan perjuangan.
Lanjutkan langkah teguh melawan segala bentuk penyalahgunaan yang merugikan negeri dan menzalimi rakyat.
Rawe-rawe rantas, malang-malang putung, hingga tujuan tercapai.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

