Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Kalo Omongan Pelawak Saja Bikin Pejabat Pucat, Itu Pertanda Kekuasaan.....?

Repelita Jakarta - Kontroversi pertunjukan stand up comedy Mens Rea karya Pandji Pragiwaksono semakin memanas setelah seorang pengguna media sosial bernama Balqis Humaira membela materi tersebut melalui thread panjang yang viral.

Pandji dalam acara yang tayang di Netflix sejak akhir Desember 2025 mengkritik pola pemerintahan yang bergantung pada pencitraan seperti agensi iklan.

Kebijakan sering dipromosikan melalui konten viral, selebriti, serta influencer daripada penjelasan kinerja substantif.

Balqis Humaira menilai masalah ini sederhana namun sengaja diperumit oleh pihak yang pura-pura tidak memahami konteks satire.

Contoh penggunaan nama Raffi Ahmad dalam materi hanya sebagai analogi ilustrasi tanpa tuduhan langsung.

Pelaporan ke polisi atas omongan komedi dianggap berlebihan dan mengancam kebebasan bercanda masyarakat biasa.

Laporan terhadap Pandji melibatkan unsur organisasi masyarakat meski materi tidak secara spesifik menyebut nama ormas besar.

Balqis Humaira menyebut pengalihan isu ke identitas agama serta kelompok sebagai trik lama untuk menghindari pembahasan substansi kekuasaan.

Reaksi keras menunjukkan ada pihak yang merasa tersindir secara pribadi oleh kritik tersebut.

Fenomena ini dikaitkan dengan warisan politik pencitraan era Jokowi yang mengutamakan persepsi di atas hasil nyata.

Pembagian izin tambang kepada ormas di akhir masa jabatan dianggap sebagai instrumen kontrol politik melalui kepentingan ekonomi.

Kritik dari komika berbahaya karena disampaikan dalam bahasa sederhana yang mudah dipahami rakyat luas.

Balqis Humaira menegaskan bahwa jika omongan seorang pelawak saja membuat pejabat negara pucat, itu pertanda kekuasaan sedang rapuh.

Negara yang sehat seharusnya menjadikan sindiran sebagai vitamin introspeksi daripada ancaman hukum.

Prioritas citra membuat metafora komedi lebih ditakuti daripada isu korupsi serta kebocoran anggaran.

Thread Balqis Humaira menutup dengan pernyataan bahwa negara saat ini lebih sibuk mengurus persepsi daripada mengatasi kenyataan masalah.

Kasus ini mencerminkan kekuasaan yang alergi terhadap kritik sederhana dan lebih memilih membungkam daripada memperbaiki diri.

Proses hukum terhadap Pandji masih berlangsung sementara perdebatan publik terus bergulir.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved