
Repelita Jakarta - Influencer Sherly Annavita mengungkapkan bahwa dirinya menjadi sasaran aksi teror yang dilakukan secara terorganisir dan berkelanjutan.
Pengakuan ini disampaikan melalui serangkaian unggahan di akun Instagram pribadinya pada 31 Desember 2025.
Ia secara tegas menyatakan “Saya Diteror!!!” sebagai pembuka pengaduannya yang langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen.
Bentuk teror yang dialaminya tidak terbatas pada serangan kata-kata, melainkan telah memasuki ranah tindakan nyata yang mengancam keselamatan.
Mobil pribadinya diberi tanda mencurigakan oleh orang tak dikenal, sementara tempat tinggalnya dilempari telur busuk yang disertai coretan berisi ancaman.
Selain itu, ia terus-menerus mendapat hinaan serta pesan mengintimidasi melalui direct message Instagram dan nomor telepon pribadi selama beberapa hari berturut-turut.
Sherly menghubungkan eskalasi teror ini dengan aktivitasnya yang vokal menyuarakan kondisi penanganan bencana di Aceh dan wilayah Sumatera.
Intensitas gangguan semakin terasa setelah ia tampil di beberapa program televisi memberikan pandangan terkait musibah yang melanda daerah asalnya.
“Teror-Teror ini terrasa sekali setelah Sherly yang memang berasal dari Aceh/Sumatera, ikut meberikan pandangan di beebrapa acara TV terkait Bencana di Sumatera,” tulisnya.
Ia juga menyebutkan bahwa rekan sesama influencer yang menyampaikan pendapat serupa turut mengalami perlakuan hampir identik.
“Beberapa influencer lain yang bersuara sama juga ternyata mengalami perlakuan serupa,” imbuhnya.
Pengalaman menghadapi intimidasi bukanlah yang pertama kali bagi Sherly.
Pada tahun 2019, ia pernah berada dalam situasi mirip setelah muncul di acara televisi membahas isu nasional, termasuk kritik terhadap rencana pemindahan ibu kota negara selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Kala itu, ia aktif menyuarakan pandangan politik dan harus menghadapi berbagai tuduhan, tekanan, serta bentuk intimidasi lainnya.
Editor: 91224 R-ID Elok

