
Repelita Jakarta - Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti paradoks mencolok antara kinerja pemerintah dalam mengumpulkan pajak untuk pembangunan dengan antusiasme masyarakat menyumbang bantuan bagi korban bencana di Sumatera.
Dalam wawancara podcast bersama Hersubeno Arief yang tayang pada 4 Desember 2025, Rocky menunjukkan bahwa pemerintah tampak kesulitan memungut pajak demi membiayai program negara.
Kita lihat satu paradoks. Bahwa pemerintah kesulitan atau kewalahan mengumpulkan pajak untuk membiayai pembangunan.
Sebaliknya, masyarakat melalui influencer Ferry Irwandi mampu menggalang miliaran rupiah dalam waktu sangat singkat secara sukarela untuk membantu korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.
Tetapi kita lihat satu hal yang justru sebaliknya. Masyarakat dengan sukarela menyumbang melalui saudara Ferry Irwandi, dalam waktu dengan cara seksama dalam tempo singkat-singkatnya miliaran Rupiah masuk.
Fenomena ini menurut Rocky menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan yang adil dan beradab masih hidup kuat di kalangan masyarakat sipil.
Itu penanda bahwa kemanusiaan yang adil dan beradab tetap ada dalam masyarakat sipil. Sebaliknya pemerintah tidak peduli dengan kesosialan manusia.
Rocky menilai kepercayaan publik terhadap negara semakin menurun sehingga banyak yang lebih memilih menyalurkan bantuan lewat jalur independen.
Dan itu yang menyebabkan orang sekarang menganggap bahwa ya lebih baik bayar pajak lewat bencana daripada ditagih oleh pemerintah.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

