Di tengah jeritan warga yang menderita kelaparan serta kedinginan karena banjir besar, Inul menyoroti sikap para pemimpin yang dinilai kurang peka dan malah memanfaatkan tempat kejadian sebagai ajang untuk meningkatkan popularitas diri sendiri.
Sindiran tajam dari pasangan Adam Suseno ini ia curahkan melalui platform daring pribadinya, sebagai respons terhadap keadaan genting yang menyerang wilayah seperti Aceh, bagian utara Sumatra, sampai dengan Sumatra bagian barat mulai dari penghujung bulan November tahun 2025.
Lewat postingannya itu, Inul tidak bisa menahan amarahnya yang memuncak, sehingga ia menyindir dengan keras individu-individu yang terlalu fokus pada pembentukan image positif di saat para korban sedang menangis pilu.
Daripada segera memberikan pertolongan secara cepat dan efektif, Inul berpendapat bahwa banyak kalangan yang justru terlalu lambat bertindak dan lebih mengutamakan rekaman pribadi untuk keperluan promosi.
Dari akun Instagram https://www.instagram.com/inul.d pada tanggal 2 Desember 2025: Wis mulai byk yg turun lapangan, tapi pencitraan full, futu- futu manja sama yg kelaparan sambil nangis2 halaahh mbuhhh … cuma bisa elus dada.
Wanita yang memiliki seorang putra itu pun mengungkapkan bahwa dirinya sampai kehilangan kata-kata menghadapi situasi ironis seperti ini, karena menurutnya perilaku tersebut sangat tidak layak mengingat kekacauan serta ketegangan yang terjadi di lokasi bencana.
Dari akun Instagram https://www.instagram.com/inul.d pada tanggal 2 Desember 2025: Sampe ga bs berkata kata aku tuh kok bisa msh sempet pencitraan, gusti.
Sebelum kejadian ini menjadi sorotan, diketahui bahwa pemimpin Aceh Muzakir Manaf pernah tertangkap kamera sedang menangis sedih ketika melaporkan adanya desa yang lenyap karena tersapu arus di sekitar Aceh bagian utara serta Bireuen.
Laporan dari medan kejadian menunjukkan bahwa ada ribuan hunian yang terkubur oleh lumpur tebal, bahkan jalur transportasi utama sempat mengalami kelumpuhan total akibat dampak tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

