Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

[GEGER] Mantan Karyawan Ungkap IMIP Punya Pelabuhan Privat untuk Masukkan Kontainer dari China Tanpa Bea Cukai

 Tak Hanya Bandara, Mantan Karyawan Sebut Ada Pelabuhan Privat Milik IMIP 

Repelita Jakarta - Mantan karyawan PT Indonesia Morowali Industrial Park memberikan keterangan bahwa perusahaan tersebut tidak hanya mengoperasikan bandara khusus namun juga memiliki pelabuhan privat.

Keterangan ini muncul setelah sebelumnya ramai pembahasan mengenai bandara di kawasan IMIP yang dianggap beroperasi tanpa kehadiran otoritas negara seperti bea cukai dan imigrasi.

Mantan karyawan tersebut menyebutkan bahwa pelabuhan privat itu digunakan untuk memasukkan berbagai kontainer barang yang berasal dari China ke wilayah Morowali.

Kontainer-kontainer tersebut mengangkut berbagai macam barang mulai dari peralatan pertukangan hingga suku cadang kendaraan dan alat berat.

"Banyak kontainer yang masuk juga yang membawa seperti mata pacul, linggis, wajan, peralatan-peralatan pertukangan atau spare part kendaraan dari China, termasuk alat-alat berat, masuk dari laut, lewat pelabuhan," ujarnya dalam program televisi pada Selasa tanggal 2 Desember 2025.

Ia menambahkan bahwa produk-produk dari usaha mikro China juga turut diakomodasi melalui jalur pelabuhan privat tersebut.

"Jadi mereka produk-produk UMKM China harus diakomodasi," tuturnya.

Saksi mata ini mengaku pernah menyaksikan secara langsung proses bongkar muat barang di pelabuhan privat tersebut pada masa kerjanya.

Ia memastikan bahwa tidak terdapat petugas bea cukai maupun imigrasi yang bertugas di lokasi pelabuhan tersebut.

"Ga ada petugas bea cukai dan imigrasi, karena itu pelabuhan privat, karena kan langsung masuk di situ. Waktu dibuka juga saya lihat, tahun 2015-2016an saya sempat dua kali lihat," katanya.

Sebelumnya, mantan karyawan tersebut telah mengungkapkan keberadaan bandara IMIP yang belakangan menjadi polemik nasional.

Menurut penjelasannya, bandara tersebut dibangun dengan tujuan utama untuk mempermudah mobilisasi tenaga kerja asing asal China yang bekerja di perusahaan.

"Sebenarnya memang bandara itu diniatkan untuk mempermudah mobilisasi para tenaga kerja asing (China)," ucapnya.

Sebelum bandara itu dibangun, proses perpindahan tenaga kerja asing dilakukan melalui rute yang sangat panjang dan berbelit.

"Selama saya di sana itu mobilisasi dilakukan menggunakan pesawat komersial dari Beijing ke Soetta, terus dari Soetta ke Bandara Halu Oleo Kendari, lalu dilanjutkan jalan darat sampai ke Teluk Kendari. Dari Teluk Kendari berganti menjadi speedboat sampai ke pelabuhan privat. Jadi sangat mahal biayanya," tuturnya.

Volume tenaga kerja asing China yang dimobilisasi disebutkan sangat besar jumlahnya.

Bahkan dapat mencapai angka antara lima puluh hingga seratus orang per harinya.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved