Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Bupati Tapsel Sebut Kemenhut Keluarkan Izin Tebang Hutan Sebelum Banjir Sumatra

Repelita Tapanuli Selatan - Pemimpin daerah setempat bernama Gus Irawan Pasaribu menyatakan bahwa instansi pemerintah terkait kehutanan telah mengizinkan aktivitas pemotongan pohon di zona hutan sekitar empat minggu sebelum musibah air bah serta gerusan tanah melanda wilayahnya pada penghujung bulan November tahun lalu.

Daerah administratif ini yang berada di provinsi bagian utara Sumatra menjadi salah satu lokasi yang paling parah terkena dampak dari kejadian alam tersebut yang juga menyentuh wilayah Aceh serta bagian barat Sumatra.

Gus Irawan mengungkapkan rasa terkejutnya saat mengetahui bahwa persetujuan untuk memotong kayu di hutan telah diberikan lagi pada bulan Oktober kemarin.

Beliau menilai bahwa kegiatan pemotongan vegetasi di area atas sungai yang dibarengi dengan curah hujan lebat telah menjadi pemicu utama dari banjir deras serta longsor di kawasan Tapanuli Selatan.

Gus Irawan menyebutkan bahwa dirinya sudah mengirimkan dokumen resmi kepada pemimpin kementerian kehutanan Raja Juli Antoni guna menyampaikan penolakan sekaligus mendesak agar kegiatan pemotongan di zona hulu segera dihentikan dalam waktu dekat.

Beliau menceritakan bahwa sempat merasa tenang serta mendukung sepenuhnya keputusan dari unit direktorat jenderal pengelolaan hutan berkelanjutan di bawah kementerian tersebut yang mengeluarkan pemberitahuan untuk menyetop pemotongan kayu di wilayah pemegang hak atas tanah sejak bulan Juli tahun lalu.

Saya menyambut baik dan saya edarkan edaran ke seluruh camat, lurah, dan kades saya untuk tidak memberikan izin terkait dengan PHAT.

Hal itu disampaikannya seperti yang ditayangkan melalui saluran Youtube tvOne pada hari Minggu tanggal 30 November.

Akan tetapi, menurut Gus Irawan, durasi keberlakuan pemberitahuan tersebut hanya bertahan selama tiga bulan saja karena kemudian izin pemotongan dibuka kembali tanpa pemberitahuan lebih lanjut.

Beliau lantas menyusun dan mengirimkan dokumen protes beserta keberatan kepada pihak kementerian pada tanggal 14 November dengan tujuan agar aktivitas tersebut dihentikan lagi sesegera mungkin.

Semoga ini menjadi pembelajaran kita semua dan segera menghentikan izin-izin yang tiga bulan lalu itu dihentikan sementara kemudian ada oleh Ditjen Pengelolaan Hutan Lestari diberikan kembali.

Walaupun begitu, sampai saat ini belum ada tanggapan resmi dari kementerian terkait terhadap pernyataan Gus Irawan tersebut.

Hingga laporan ini disusun, pemimpin kementerian Raja Juli Antoni belum memberikan balasan atas pertanyaan yang dikirimkan melalui pesan pendek.

Pada masa sekarang, total korban yang meninggal akibat kejadian banjir serta longsor di wilayah Aceh, bagian barat Sumatra, dan utara Sumatra telah meningkat hingga mencapai 604 orang.

Di samping itu, terdapat 464 individu yang masih dinyatakan hilang tanpa keberadaan yang jelas.

Data rutin dari lembaga nasional penanganan bencana atau BNPB hingga hari Senin tanggal 1 Desember pada pukul lima sore waktu setempat merinci bahwa jumlah korban tewas di Aceh sebanyak 156 orang, di utara Sumatra 283 jiwa, serta di barat Sumatra 165 nyawa.

Lembaga tersebut juga mencatat tingkat kehancuran yang ditimbulkan oleh musibah tersebut meliputi 3.500 unit rumah yang mengalami rusak parah, 4.100 rumah dengan kerusakan sedang, ditambah lagi lebih dari 20.500 rumah yang terdampak ringan.

Jumlah sarana umum yang rusak di antaranya mencakup 271 buah jembatan serta 282 bangunan pendidikan yang memerlukan perbaikan segera.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved