Repelita Morowali - Markas Besar Tentara Nasional Indonesia langsung mengerahkan Korps Pasukan Gerak Cepat untuk mengamankan bandara khusus di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah.
Langkah cepat ini diambil menyusul pernyataan keras Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menemukan adanya bandara beroperasi tanpa satupun perangkat negara.
Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menegaskan bahwa pasukan Korpasgat telah disiapkan khusus untuk menjaga fasilitas tersebut sebagai objek vital nasional.
“TNI bersikap aktif dan responsif terhadap arahan Menhan, TNI telah menyiapkan pasukan dari Korpasgat yang ditugaskan dalam pengamanan bandara (tersebut) sebagai salah satu objek vital nasional,” ujar Freddy saat dikonfirmasi pada Rabu 26 November 2025.
TNI saat ini mempercepat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertahanan, Polri, serta pemerintah daerah setempat.
Semua itu dilakukan agar setiap fasilitas penerbangan di Indonesia berjalan sesuai perizinan, pengawasan, dan standar keamanan yang ditetapkan.
Pengerahan pasukan ini menjadi respons langsung atas temuan Sjafrie saat meninjau lokasi pada 19 November 2025 bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan.
Menhan menyebut keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali berbahaya yang mengancam kedaulatan ekonomi nasional.
Bandara tersebut berada dekat Alur Laut Kepulauan Indonesia II dan III yang merupakan jalur strategis internasional.
Sjafrie menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan adanya wilayah yang lepas dari pengawasan resmi.
“Republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik. Kita harus tegakkan semua ketentuan tanpa kita melihat latar belakang dari manapun asalnya,” tegas Sjafrie.
Ia juga berjanji akan melaporkan seluruh temuan kepada Presiden untuk ditindaklanjuti secara tegas.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

