Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Siapa Pemilik PT IMIP yang Mengoperasikan Bandara Privat di Morowali?

Pekerja melintas di jalan depan kawasan industri PT IMIP, di Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (28/12/2023). Puluhan ribu pekerja ditampung di perusahan nikel terbesar di Sulawesi Tengah ini.

Repelita Morowali - PT Indonesia Morowali Industrial Park sebagai pengelola kawasan industri raksasa di Sulawesi Tengah menjadi sorotan karena mengoperasikan bandara privat yang memicu kontroversi nasional terkait pengawasan negara.

Perusahaan ini didirikan pada 19 September 2013 sebagai bentuk kerjasama investasi antara pihak Indonesia dan Tiongkok dengan fokus utama pada pengolahan nikel terintegrasi yang mencakup produksi stainless steel serta carbon steel.

Pemegang saham utama PT IMIP terdiri dari Shanghai Decent Investment Group yang menguasai porsi 49,69 persen sebagai entitas asal Tiongkok yang berafiliasi dengan Tsingshan Holding Group.

Sementara itu PT Sulawesi Mining Investment memegang 25 persen saham sebagai perusahaan patungan awal antara Tsingshan dan mitra lokal yang dibentuk sejak 2009 untuk mendukung eksplorasi tambang di wilayah tersebut.

Bagian sisanya sebesar 25,31 persen dikuasai oleh PT Bintang Delapan Investama sebagai perwakilan pengusaha Indonesia yang turut mendirikan proyek ini melalui kesepakatan bilateral pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Bandara privat di kawasan IMIP yang berstatus khusus ini beroperasi sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2015 dengan runway sepanjang 1.890 meter yang mampu menampung pesawat berukuran sedang seperti Airbus A320.

Fasilitas tersebut dirancang khusus untuk mendukung logistik internal kawasan industri seluas 4.000 hektare yang menaungi belasan smelter nikel serta ribuan pekerja asing dan lokal.

Polemik muncul setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menemukan ketiadaan pos Bea Cukai serta Imigrasi selama peninjauan pada November 2025 yang menimbulkan kekhawatiran atas potensi celah keamanan nasional.

Meski PT IMIP mengklaim bandara ini terdaftar resmi di Kementerian Perhubungan dengan 534 pergerakan pesawat dan 51.000 penumpang sepanjang 2024, absennya otoritas negara memicu tuntutan audit mendalam dari berbagai kalangan.

Sebagai perusahaan Penanaman Modal Asing dengan modal dasar 40 juta dolar AS, PT IMIP telah menyumbang royalti hingga 2 triliun rupiah ke kas negara namun kini dihadapkan pada pertanyaan mengenai transparansi operasional bandara privatnya.

Kerjasama ini yang dimulai dengan penandatanganan forum bisnis Indonesia-Tiongkok pada 2013 kini menjadi ujian bagi keseimbangan investasi asing dan kedaulatan wilayah strategis di Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved