Breaking Posts

-->
6/trending/recent

Hot Widget

-->
Type Here to Get Search Results !

Temuan Josua Sinambela Soal Skripsi Era Lama di UGM Bikin Roy Suryo Kelabakan

 

Repelita Jakarta - Pengamat teknologi informasi dari Universitas Gadjah Mada Josua Sinambela mengungkapkan hasil kunjungan langsungnya ke perpustakaan kampus sebelum kasus dugaan ijazah palsu Joko Widodo bergulir ke ranah kepolisian.

Soal skripsi, kebetulan saya lihat langsung. Ada dua di perpustakaan. Skripsi teman-temannya ada ratusan.

Ia menyatakan bahwa angkatan mahasiswa pada periode tersebut mencapai sekitar 80 orang, dengan dirinya sendiri sebagai alumni Fakultas Teknik UGM.

Saya alumni UGM, Fakultas Teknik.

Pemeriksaan independen itu dilakukan Josua jauh sebelum proses hukum dimulai, dan hasilnya ia bagikan kepada Rismon Sianipar serta pihak terkait lainnya.

Yang perlu saya jelaskan karena saya survei langsung ke perpustakaan sebelum kasus ini masuk ke Kepolisian. Saya juga mensharing informasi ini kepada Rismon dkk.

Saat ini, seluruh dokumen terkait di perpustakaan UGM telah disita oleh pihak kepolisian untuk keperluan penyidikan.

Jadi di Perpustakaan sekarang itu juga sudah disita oleh Kepolisian.

Josua juga menemukan pola serupa di beberapa fakultas lain pada tahun yang sama, di mana banyak skripsi tidak dilengkapi tanda tangan dosen pembimbing maupun penguji, serta tidak tercantum tanggal pengesahan.

Di Fakultas saya melakukan (penelitian), di Fakultas Farmasi, Hukum, itu banyak skripsi pada tahun itu yang memang tidak ditandatangani dosen pembimbing, dosen penguji. Dan tidak ada tanggalnya.

Kondisi paling menonjol terjadi di Fakultas Kehutanan, di mana lebih dari separuh skripsi tidak memiliki tanda tangan maupun tanggal resmi, dan ia mengaku memiliki dokumentasi lengkap atas temuan tersebut.

Terutama di Fakultas Kehutanan mayoritas 50 persen ke atas, saya punya dokumentasinya, tidak ada tanggalnya, tanda tangannya.

Pernyataan Josua langsung mendapat tanggapan dari pakar telematika Roy Suryo yang hadir dalam forum yang sama, dengan mempertanyakan ketepatan penggunaan angka persentase tanpa data pasti.

Nanti dulu. Ini ngaco ini. Kalau 50 persen jumlahnya berapa? Nggak boleh mengatakan 50 persen.

Diskusi tersebut digelar dalam acara Rakyat Bersuara pada malam 25 November 2025, di mana Josua membeberkan temuannya secara terbuka untuk menjawab keraguan publik terkait keabsahan dokumen akademik di UGM pada era tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

Baca Juga

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

-->

Below Post Ad

-->

Ads Bottom

-->
Copyright © 2023 - Repelita.net | All Right Reserved