"Negara hadir untuk menegakkan hukum, menegakkan regulasi, dan kita perbaiki semua hal-hal yang sudah kita lihat selama ini terjadi. Tidak boleh ada republik di dalam republik," tegas Sjafrie Sjamsoeddin melalui akun Instagram resmi Kementerian Pertahanan pada Rabu 26 November 2025.
PT Indonesia Morowali Industrial Park yang mengelola seluruh kawasan dan bandara tersebut memiliki pemegang saham terbesar berupa Shanghai Decent Investment Group dengan kepemilikan mencapai 49,69 persen.
Shanghai Decent Investment merupakan perpanjangan tangan langsung Tsingshan Holding Group, konglomerat baja dan nikel asal Tiongkok yang didirikan Xiang Guangda sejak 1988.
Tsingshan mulai menggelontorkan investasi raksasa di Indonesia pada 2013 dan menjadikan IMIP sebagai proyek luar negeri pertamanya dengan luas lebih dari 2.000 hektare.
Melalui berbagai anak usaha, Tsingshan menguasai hampir seluruh smelter nikel di kawasan tersebut termasuk PT Tsingshan Steel Indonesia yang memproduksi feronikel hingga 500.000 ton per tahun.
Grup ini juga membangun pembangkit listrik berkapasitas 130 megawatt serta mengoperasikan PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel yang pernah mengalami ledakan fatal pada Desember 2023.
Selain Shanghai Decent, saham PT IMIP dipegang PT Sulawesi Mining Investment sebesar 25 persen dan PT Bintang Delapan Investama dengan 25,31 persen.
Tsingshan juga memperluas dominasinya di Indonesia melalui Indonesia Weda Bay Industrial Park di Halmahera di mana hampir semua entitas pengelola terafiliasi dengan grup yang sama.
Dominasi Tsingshan yang mencapai tiga perempat kendali di IMIP kini menjadi titik kritis di tengah sorotan keras pemerintah terhadap bandara privat yang beroperasi tanpa kehadiran aparat negara.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

