Menurutnya pernyataan itu muncul di tengah pembahasan rapat kerja dengan kementerian terkait undang-undang guru dan dosen di mana ia menyoroti maraknya sertifikasi palsu di kalangan pendidik.
Benny memuji Arsul Sani sebagai sahabat yang dengan cepat tampil di depan umum untuk membuktikan keaslian gelar akademiknya sehingga langsung meredam keraguan para pengkritik.
Ia menyiratkan bahwa langkah proaktif seperti itu seharusnya menjadi contoh bagi tokoh lain yang memilih diam meskipun isu serupa terus menjadi bahan perbincangan nasional.
Pernyataan Benny yang disambut tawa ruangan memicu spekulasi bahwa komentarnya menyenggol mantan Presiden Joko Widodo yang kini menghadapi gugatan terkait keaslian ijazah sarjana dari perguruan tinggi negeri di Yogyakarta.
Wakil pimpinan Projo Freddy Damanik yang merespons dalam diskusi televisi nasional menegaskan bahwa publik sudah paham siapa yang menjadi sasaran sindiran tersebut.
Menurut Freddy kehadirannya di acara itu untuk menjawab pernyataan Syarief Hasan dari Majelis Tinggi Demokrat yang menyebut sindiran Benny hanya untuk pihak yang merasa tersinggung.
Ia menyesalkan dua politikus senior Demokrat ikut mengangkat isu sensitif mengingat pemahaman mereka tentang sistem kenegaraan yang seharusnya mendorong stabilitas pasca pemilu.
Freddy mempertanyakan apakah Benny dan Syarief termasuk dalam kelompok yang mendukung Roy Suryo dan rekan-rekannya yang kini berstatus tersangka atas laporan pencemaran nama baik.
Menurutnya banyak tokoh lain yang turut mengomentari isu ini namun yang disayangkan adalah dari kaliber mereka yang seharusnya lebih bijak dalam menjaga harmoni politik.
Syarief Hasan yang hadir dalam kesempatan sama menegaskan bahwa partainya selalu membela pihak yang benar dan menentang segala bentuk ketidakjelasan yang merugikan kepercayaan rakyat.
Ia menyatakan bahwa jika pihak yang disindir tidak mampu mengikuti teladan Arsul Sani maka proses pengadilan menjadi arena tepat untuk membuktikan semua klaim secara formal.
Syarief menolak tudingan bahwa Demokrat berada di kubu para penuduh seperti Roy Suryo dengan menegaskan posisi netral yang berpihak pada keadilan tanpa memandang status tokoh.
Analis politik Adi Prayitno yang turut berdiskusi menilai komentar Benny mengandung lapisan politis halus sebagai sinyal oposisi Demokrat mulai menantang pengaruh mantan pemimpin pasca perebutan suara nasional.
Menurut Adi pergeseran posisi partai dari pendukung menjadi pengawas kritis ini berpotensi memicu ketegangan baru di tengah isu yang telah berlangsung lima tahun.
Ia memperingatkan bahwa sindiran ambigu seperti itu bisa menjadi bumerang jika tidak diimbangi bukti konkret sehingga lebih baik diselesaikan melalui saluran formal daripada forum terbuka yang rawan salah paham.
Pembahasan ketiga tokoh ini menjadi cerminan bagaimana polemik dokumen pendidikan mantan presiden memengaruhi dinamika antar kelompok politik dan kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum yang sedang berjalan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok

